Beberapa hotel di Surabaya berhasil meningkatkan okupansinya lewat paket lebaran. Okupansi terdongkrak di kisaran 60%, usai masa low season saat Ramadhan.
RIBUT TRI PURWANTI Public Relations Manager Sheraton Surabaya Hotel & Towers pada suarasurabaya.net, Selasa (16/10), mengatakan, pada 13-14 Oktober saat Lebaran 1428 Hijriyah, okupansi hotel di atas 60%. Okupansi ini meningkat dibanding selama Ramadhan di kisaran 50%.
“Rata-rata tamu yang menginap di hotel, memanfaatkan liburan panjang karena ditinggal mudik pembantu. Dengan tinggal di hotel, tamu mendapatkan seluruh fasilitas khususnya tamu dari Surabaya. Ada pula tamu dari Jakarta menginap di hotel terkait silaturahmi dengan keluarga yang ada di Surabaya,”ujarnya.
Disamping itu, yang membuat tamu memilih tinggal di hotel selama liburan, ungkap RIBUT, harga paket lebaran “Sheraton Lebaran Room Package” yang berlaku hingga Rabu (17/10) besok, sangat affordable. Dengan menginap 2 malam bisa mendapat harga Rp 750 ribu ++. Padahal di luar paket, saat weekend untuk per malam Rp 700 ribu.
Sementara itu, tingkat okupansi Garden Palace juga naik melalui paket kamar “Ketupat Package”. DWI SUBANDI Public Relations Manager Garden Palace menyebut pada Minggu (14/10), tingkat okupansi mencapai 62,1% untuk Garden Palace. Harga paket kamar tersebut relatif lebih menguntungkan bagi tamu dibanding harga reguler.
Menurut DWI, “Ketupat Package” yang berlaku hingga Sabtu (20/10) mendatang menawarkan harga Rp 425 ribu net untuk Deluxe Room dan Rp 450 ribu net di Club Excellence. “Padahal di luar paket, harga untuk Deluxe Room per malam Rp 566.280 net dan Excellence Rp 608.630 net,”ujarnya.
DWI menjelaskan mayoritas tamu yang menginap saat libur lebaran dari Surabaya. Mereka rata-rata keluarga yang terpaksa tinggal di hotel karena ditinggal mudik pembantu. Sedangkan masa tinggal tamu hingga 5 hari. (tin)
Teks foto :
– Hotel Sheraton Surabaya okupansi tertolong paket lebaran usai masa low season Ramadhan
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

