Meski tarif bea masuk produk elektronik semakin menurun, global company tetap akan memilih negara tujuan investasi. Negara yang dipilih berdasarkan produk apa yang cocok di local market-nya.
STEFANUS INDRAYANA Marketing Director PT Samsung Electronics Indonesia pada suarasurabaya.net, Kamis (30/08), mengatakan, global company selama ini menilai Indonesia kuat untuk industri TV. Ini terlihat banyak pabrik tabung gambar di Jakarta.
Sementara produk home appliances cocok di Thailand. Diantaranya, mesin cuci yang membutuhkan stainless steel dan kompresor, dimana Indonesia tidak punya bahannya.
Setelah global company yang berinvestasi di negara tujuan merasa berhasil di pasar lokal, dia akan kembangkan ke pasar luar negeri. “Samsung sendiri memiliki pabrik TV di Jakarta dengan kapasitas produksi sekitar 500 ribu lebih. Indonesia menjadi pusat industri TV sekaligus ekspor produk ke 80 negara,”tukasnya.
Sedangkan produk home appliances terutama premium, Samsung memilih impor. Karena pasar di Indonesia belum terlalu kompetitif. Dan lebih bagus kalau produk diimpor kemudian dipasarkan ke Indonesia.
Seiring dengan pelaksanaan AFTA tinggal 5% dan beberapa agreement dibuat seperti Economic Partnership Agreement/EPA antara Indonesia-Jepang, kata INDRA, barrier-nya mengikuti World Trade Organization (WTO). Otomatis nantinya bea masuk untuk produk-produk elektronik high technology bisa mencapai nol (free trade). (tin)
Teks foto :
1. STEFANUS INDRAYANA
2. TV berteknologi tinggi bea masuknya terus diturunkan
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

