Sabtu, 17 Oktober 2026
Hindari Spekulasi

Pelaku Pasar Beri 7 Saham Pilihan

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Resiko investasi di bursa saham memang cukup tinggi, mengingat tingkat volatilitasnya masih tinggi. Apalagi pasca sub-prime mortgage di Amerika Serikat, membuat pemain pasar banyak berspekulasi.

Namun bagi yang ingin mengoleksi saham pada saat ini, hendaknya benar-benar memilih saham yang posisinya cukup bagus. HENRY JUSUF Associate Director Institutional Equities Trimegah Securities, memberikan pilihan 7 saham yang layak dibeli, yakni 4 saham perbankan dan 3 lainnya saham properti, perkebunan dan pertambangan. Harga saham-saham tersebut diprediksi bisa naik 20% sampai akhir 2007.

Untuk saham perbankan bisa dibeli saham Bank Mandiri (BMRI), Bank BRI (BBRI), Bank Niaga (BNGA) dan Bank Danamon (BDMN). Berikut penjelasan HENRY, {clip*1}.

Alasan HENRY dengan 7 stock picks tersebut, antara lain, Bank Mandiri sudah menunjukkan kinerja positif, terutama sejak adanya perombakan direksi. Dari write-off non performing loan (NPL) sebesar Rp 2,3 trilyun bisa mengurangi beban kredit bermasalah bank BUMN itu. Mampu membukukan laba sebesar Rp 1 trilyun per triwulan, malah diperkirakan meningkat jadi Rp 1,3 trilyun di 2008. Dari sisi outstanding kredit meningkat dari 60% jadi 90%. Harga saham BMRI bisa meningkat 7 kali dari tahun lalu.

Tiga saham lainnya, yakni BBRI, BNGA dan BDMN juga mampu membukukan kinerja yang baik melalui kredit konsumer. Seperti Bank BRI merupakan bank penyalur kredit UKM terbesar. Sedangkan Bank Niaga cukup bagus kinerjanya oleh housing and car loan dan Bank Danamon melalui micro lending yakni dana simpan pinjam dengan 700 kios.

Saham lain yang layak dibeli investor saat ini, ungkap HENRY, saham Ciputra Surya (CTRS). Ia merekomendasikan beli karena anak perusahaan Ciputra Development mulai beralih dari hanya menjual-putus menjadi menyewakan properti, seperti high class residential dan central business district (CBD).

“Proyek Ciputra di Surabaya bisa dilihat. Saat ini, Ciputra membangun kawasan mixed use di Mayjen Sungkono. Ini akan memberikan persepsi yang berbeda pada investor,”ujarnya.

Saham perkebunan yang boleh dipilih yakni Astra Agro Lestari (AALI). Kinerja anak perusahaan Astra itu diyakini akan tetap bagus. Ini dipicu harga CPO dunia tinggi akibat permintaannya yang naik 23% dibanding periode sama tahun lalu. Kondisi tersebut membuat emiten perkebunan lebih prospektif dibandingkan emiten perkebunan lainnya, seperti Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) dan London Sumatra Plantation (LSIP).

Bumi Resources (BUMI emiten pertambangan yang bisa dibeli, dinilai HENRY, akan memperoleh value chain dari pembelian dua asetnya yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia oleh Tata Group. Konglomerasi asal India yang bergerak di sektor power plant, baja, dan otomotif itu akan membutuhkan energi dalam jumlah besar. Tata mencari sumber energi di Asia Tenggara termasuk Indonesia. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
33o
Kurs