Sabtu, 17 Oktober 2026

Ramaikan Pasar CDMA, Dealer Semakin Diuntungkan

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

PT Bakrie Telecom Tbk mulai penetrasi pasar di Jawa Timur melalui dua kota yakni Surabaya dan Malang, Rabu (22/08). Bidikan ke Jawa Timur ini, menurut ERIK MEIJER Deputy President Director PT Bakrie Telecom berdasarkan tingkat penetrasi teknologi CDMA paling besar berada di Surabaya.

Penetrasi pasar CDMA di Surabaya sebelumnya dilakukan Indosat dengan StarOne, Telkom dengan Flexi dan Mobile-8 dengan Fren. Potensi pasar yang cukup besar di Surabaya, kata ERIK, sengaja dibidik untuk menjalankan visi Bakrie Telekcom agar penggunaan telekomunikasi harus bisa dijangkau seluruh masyarakat.

Selama ini sebagian visi sudah dijalankan dengan tarif termurah. Berarti ini perluas jangkauan dari sisi ketersediaan telekomunikasi di masyarakat. Berikut penjelasan ERIK, {clip*1}.

Kata ERIK, market share Esia secara nasional masih dibawah 3% dengan operasi di 3 propinsi yakni Jabotabek, Banten dan Jawa Barat. Kalau dilihat wilayah tersebut, Esia termasuk pemimpin pasar di bidang CDMA.

Masuknya Esia di Surabaya atau Jawa Timur, menurut ERIK, melihat kondisi nyata di lapangan bahwa masyarakat sudah menyambut baik kehadiran teknologi CDMA. Untuk itu, pihaknya belum menentukan target sampai akhir 2007 seperti apa. Karena saat ini jumlah pelanggan akan disesuaikan dengan kapasitas jaringan.

“Kita buka layanan dengan satu carrier dari frekuensi yang didapat. Seharusnya sudah tiga. Mengingat jumlah frekuensi terbatas di awal dan menunggu selesainya proses migrasi kepindahan frekuensi dari satu operator ke operator lainnya. Kita akan evaluasi selama seminggu untuk melihat jumlah pelanggan. Apakah nantinya ada kendala, terus kita perbaiki. Jika sudah tidak ada kendala, jaringan bisa ditambah lagi,”paparnya.

Sementara itu, RAKHMAT JUNAIDI Direktur Corporate Services menambahkan perusahaan menganggarkan Rp 2 trilyun untuk capital expenditure pembukaan jaringan Esia secara nasional selama 2007. Dengan membuka 17 jaringan di 17 kota diharapkan bisa menambah jumlah total pelanggan menjadi 3,6 juta sampai akhir tahun.

Kehadiran operator CDMA ini direspon positif para dealer ponsel CDMA. Bahkan bagi dealer, operator bertambah berarti omset akan meningkat. Apalagi tiga bulan ke depan ada momen lebaran, natal dan tahun baru.

IRWAN HARIANTO Owner Apollo Nokia CDMA pada suarasurabaya.net, mengatakan, dalam momen tersebut dipastikan persaingan operator CDMA kian seru baik di tarif maupun marketing yang dilakukan. Dealer akan menikmati hasilnya dengan kenaikan omset bisa lebih dari 30%.

Kehadiran operator baru di Surabaya termasuk kelompok Sinar Mas yang dalam waktu dekat meluncurkan Smart, tegas IRWAN, juga membentuk tren di masyarakat. Mau tidak mau, masyarakat memiliki lebih dari 2 nomor CDMA. Berikut penjelasan IRWAN, {clip*2}.

Bagi operator in cumbent, tukas IRWAN, dituntut me-manage layanan termasuk meningkatkan kualitasnya. Biasanya dengan hadirnya operator baru, seperti StarOne, Flexi maupun Frend dipastikan tidak akan hang atau putus-putus lagi. (tin)

Teks foto :
1. RAKHMAT (kiri), ERIK (tengah) dan IMAM KUSUMA GM Regional Bakrie Surabaya
2. Konter Esia yang baru dibuka di Surabaya
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
36o
Kurs