Minggu, 18 Oktober 2026
600 Petani Tambak Lamongan

Pilih Budidayakan Udang Vannamai Ketimbang Udang Windu

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan

Ratusan petani tambak di Kabupaten Lamongan, Jatim ini memilih membudidayakan udang Vannamai karena lebih tahan penyakit dan lebih menguntungkan dibanding udang Windu.

”Udang Windu kalau gejala satu sakit dan mati, ya… mati semua. Tapi kalau Vannamai satu mati, paling hanya satu keranjang yang ikut mati, jadi nggak semuanya mati,” kata EKRAM Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan dan Udang Vannamai waktu ditemui crew Suara Surabaya Media waktu berkunjung ke Lamongan minggu lalu.

EKRAM mengatakan, mulai tahun 2003 ia membudidayakan udang Vannamai atau udang putih atau udang air tawar. Awalnya ia diberitahu petugas Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan Kabupaten Lamongan tentang cara membudidayakan udang tersebut. Sesudah ia mencoba dan langsung berhasil, kemudian mengajak kawan-kawannya turut membudidayakan udang Vannamai.

Untuk mengembangkan usaha ini, menurut EKRAM hanya perlu menyiapkan lahan kedalaman 1 meter. Kemudian ada proses pengeringan, pengapuran, terus dikasih bibit jenis F1.

Diakui EKRAM meski modal yang diperlukan untuk membudidayakan udang Vannamai cukup besar, tapi ia tetap untung sewaktu panen. Misalnya saja ia saat ‘tanam’ menghabiskan dana Rp24 juta, tapi saat panen per tiga bulan hasilnya mencapai Rp38 juta.

“Harga per kilogramnya Vannamai ini bervariasi mulai 23 ribu hingga 28 ribu rupiah,” ungkapnya.

MUSTAKIM ARIEF Kepala Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan Kabupaten Lamongan pada suarasurabaya.net menambahkan, 600 petani tambak yang sudah membudidayakan udang Vannamai asal Havai ini tersebar di wilayah Deket, Kalitengah, Turi, Glagah, Karang geneng, dan Karang Binangun.

Kata ARIEF membudidayakan udang Vannamai jauh lebih menguntungkan dibanding udang Windu. “Udang windu hidup merayap di tanah. Paling kalau satu meter persegi air paling banyak 10 ekor udang windu. Tapi kalau Vannamai hidupnya melayang-layang, jadi lahan segitu bisa diisi 80 ekor Vannamai,” ujarnya.

Dijelaskan ARIEF, udang Vannamai merupakan primadona ekspor Kabupaten Lamongan. Dari produksi total hampir 2.000 ton/tahun ini diekspor semua ke Uni Eropa dan Jepang.(ipg/ipg)

Teks Foto:
1. EKRAM petani tambak sedang memperlihatkan udang Vannamai di tambaknya Dusun Grogol, Sugih Waras, Kecamatan Deket, Lamongan.
2. MUSTAKIM ARIEF (menunjuk) menjelaskan budidaya udang Vannamai kepada crew Suara Surabaya Media.
Foto: IPING suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
32o
Kurs