Akibat dampak luapan lumpur Lapindo, perlu adanya pengembalian image masyarakat terhadap kawasan industri kecil di Tanggulangin.
Hal ini disampaikan CIPTO BUDIONO Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim pada JOSE ASMANU reporter Suara Surabaya, Selasa (10/04).
Menurutnya selama ini masyarakat sering terkecoh antara kawasan Tanggulangin terkena luapan lumpur dengan Tanggulangin kawasan industri kecil tas dan koper.
Sehingga dalam hal ini para pengusaha kecil di Tanggulangin perlu difasilitasi agar image itu berubah dan mampu mensuport kembalinya Tanggulangin sebagai sentra tas dan koper.
Untuk itu saat ini pemerintah sedang berusaha untuk membangkitkan kembali semangat pengusaha di kawasan Tanggulangin ini melalui berbagai upaya, satu diantaranya pameran khusus yang digelar Selasa hari ini di Departemen Perindustrian yang dibuka langsung oleh FAHMI IDRIS Menteri Perindustrian.
Sebanyak 53 pengusaha pengrajin Tanggulangin menjadi peserta dalam pameran kali ini. Rencananya dalam beberapa waktu ke depan juga akan digelar event serupa di luar Jawa.
Akibat luapan lumpur Lapindo para pengrajin di Tanggulangin mengalami penurunan pendapatan hingga 60%. Dalam keadaan normal omsetnya berkisar antara Rp3-5 milyar/ bulan, sedangkan saat ini hanya Rp1-2 milyar/ bulan.
Selain itu luapan lumpur Lapindo juga berdampak pada kesempatan berusaha yang berkurang, pemutusan hubungan kerja, bahkan beberapa pengrajin beralih ke aktivitas lain. Sehingga hal inilah yang menyebabkan hilangnya tred mark Tanggulangin sebagai industri.
NOW ON AIR SSFM 100

