Mulai bulan Maret mendatang, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Perancis akan membuka cabang di Surabaya. Ini merupakan tindak lanjut dari perjalanan dinas Walikota Surabaya ke Marseille, Perancis beberapa hari waktu.
BAMBANG DH Walikota Surabaya pada suarasurabaya.net, Rabu (21/02) mengatakan dibukanya cabang Kadin Perancis di Surabaya ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan neraca perdagangan Surabaya dan Perancis.
Neraca perdagangan Indonesia lewat Surabaya dan Perancis, kata BAMBANG sebenarnya masih menguntungkan Surabaya. Tahun 2004, Surabaya mengalami surplus perdagangan US$7 juta dan meningkat tajam di tahun berikutnya menjadi US$41 juta. Untuk tahun 2006 lalu sampai dengan Oktober, ujar BAMBANG, neraca perdagangan dengan Perancis masih surplus sebesar US$38 juta.
Komoditas yang menjadi primadona Surabaya untuk diekspor ke Perancis diantaranya adalah udang, tembakau, karet, kopi, ikan, furniture, tekstil, pulp, plastik, dan kertas. Sedangkan dari Perancis, Surabaya mengimpor baja, mesin, otomotif, makanan ternak, pulp, kimia dasar, dan kertas.
Selain perdagangan, hubungan dengan Perancis diharapkan bisa menguntungkan untuk pariwisata Surabaya. Menurut data yang dibawa BAMBANG dari KBRI Paris, sebanyak 40% orang Perancis yang datang ke Indonesia, mengunjungi Surabaya. Mereka rata-rata menginap 2 hari di Surabaya.{clip*1}
“Makanya dalam pembicaraan dengan Walikota Marseille, saya menyampaikan Surabaya tidak akan mematok target terlalu tinggi sebagai tujuan bisnis pengusaha Perancis. Target kita sebagai transit saja dulu karena mereka lebih kenal Bali. Harapan kita, dengan dijadikan sebagai daerah transit, mereka akan lebih kenal Surabaya,” paparnya.
NOW ON AIR SSFM 100

