Untuk dapat bersaing di pasar bebas MEA 2015, produk yang dihasilkan para petani harus memiliki kwalitas yang sejajar dengan produk pertanian negara-negara Asean lainnya. Untuk itu, Puspa Agro Jawa Timur siap melakukan edukasi pada petani melalui Trade House Division.
“Satu diantara beberapa hal penting yang harus dipersiapkan untuk dapat bersaing dipasar bebas MEA 2015 mendatang adalah menyamakan kwalitas produk pertanian kita agar sejajar dengan negara lain di Asean. Kami memang menyiapkan edukasi bagi petani,” kata Abdullah Muhabuddin Direktur Puspa Agro.
Edukasi itu, lanjut Muhabuddin, menyangkut berbagai hal, termasuk diantaranya adalah peningkatan tehnik pertanian agar dapat menghasilkan produk-produk pertanian yang sesuai dengan negara lain di Asean. “Dan jika itu tidak dilakukan, maka percuma saja. Produk kita tetap akan terpuruk,” terang Muhabuddin lagi.
Selain edukasi, Muhabuddin menambahkan bahwa kemampuan untuk melakukan gradding, atau pemilahan juga harus dipahami petani berdasarkan referensi yang berlaku secara internasional. Minimal untuk tingkat Asean harus terlebih dahulu dipahami.
“Karena dengan kemampuan gradding atau memilah maka produk pertanian itu akan dibagi-bagi dalam kwalitas yang berbeda-beda. Ini juga harus mampu dilakukan para petani kita sebelum memasuki pasar bebas MEA 2015 mendatang nanti,” tambah Abdullah Muhabuddin saat berbincang dengan suarasurabaya.net, Kamis (23/10/2014).
Dijadwalkan edukasi terhadap petani terkait dengan MEA 2015 serta fungsionalisasi Trading House Division yang dikelola Puspa Agro Jawa Timur, Abdullah Muhabuddin memperkirakan pertengahan 2015 mendatang edukasi petani dapat dilaksanakan.(tok/rst)

NOW ON AIR SSFM 100

