Rabu, 22 Juli 2026

Premium Naik, Sopir Angkot Takut Naikkan Tarif Sepihak

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan

Sejumlah supir angkutan kota mengaku enggan menaikkan tarif sepihak kendati mulai 1 Maret 2015 harga premium naik menjadi Rp6.900 per liter.

“Belum ada perintah naik, kalau naik tarif sepihak takut kena tegur Organda, penumpang juga sudah berani protes,” kata Lambok Nainggolan pengemudi angkot trayek Priok-Stasiun Kota di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/3/2015) pagi seperti dilansir Antara.

Mulyono, supir angkot 05 trayek Tanjung Priok-Cilincing juga belum berani menaikkan tarif secara sepihak.

“Belum ada arahan, kalau ramai-ramai naikkan harga, saya berani,” kata Mulyono ketika sedang menunggu penumpang di Stasiun Tanjung Priok.

Kendati enggan menaikkan tarif, namun para supir tetap kecewa dengan meningkatnya harga premium sebesar Rp200 per liter tersebut.

“Ya naiknya memang cuma sedikit, tapi kalo sehari isi 20-30 liter akan terasa selisih harganya, apalagi harga beras mahal,” kata Lambok.

Lambok berharap pemerintah maupun Organda memberikan solusi terbaik terkait tidak stabilnya harga premium yang menyulitkan para supir.

“Kami ini orang kecil yang bergantung sama kebijakan pemerintah. Kalau bisa semua angkot kasih keringanan harga bensin atau kasih bantuan konversi kendaraan ke gas, biar irit,” kata Lambok. (ant/dwi)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 22 Juli 2026
30o
Kurs