Minggu, 20 September 2026

Jika Pilgub Jatim Digelar Sekarang, Ini Gubernur Pilihan versi Initiative Institute

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan
Airlangga Pribadi, Ceo The Initiative Institute ketika menjelaskan hasil survei lembaganya, Kamis (20/7/2017). Foto ; Taufik suarasurabaya.net

Hasil survei politik yang digelar The Initiative Institute menunjukkan masyarakat pemilih di Jawa Timur sudah membentuk pola-pola dan cenderung memiliki pilihan yang sudah final pada tokoh yang akan maju dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 mendatang.

Airlangga Pribadi Kusman (Angga), CEO The Initiative Institute ketika merilis hasil surveinya, Kamis (20/7/2017) mengatakan, hasil survei kali ini terjadi peningkatan di beberapa tokoh jika dibandingkan survei sebelumnya.

“Hasilnya masih sama dengan survei sebelumnya, yakni tiga besar tetap Tri Rismaharini, Khofifah dan Gus Ipul (Saifullah Yusuf). Tapi ada kecenderungan Khofifah dan Gus Ipul naik sedangkan Risma turun,” kata Angga.

Survei kali ini menggunakan pendekatan multistage random sampling, face to face interview dengan instrumen kuesioner untuk menggali informasi kuantitatif.

Jumlah responden yang disurvei sebanyak 1140 orang yang sudah menikah atau di atas usia 17 tahun. Survei disebar di 114 desa di 38 kabupaten/kota dengan waktu pengambilan sampling 15-30 Juni 2017.

Dari hasil survei ini popularitas Khofifah Indar Parawansa mencapai 91,10 persen; kemudian Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di posisi kedua dengan 88,40 persen; serta Tri Rismaharini sebesar 68,10 persen; dan Abdullah Azwar Anas 14,80 persen.

Ada yang unik dari sisi popularitas ini, karena ketika di lihat dari sisi kewilayahannya, ternyata Popularitas Risma di Surabaya hanya 40 persen dan kalah dengan Khofifah yang popularitasnya mencapai 77 persen.

“Ini kami tampilkan apa adanya, mungkin responden di Surabaya sudah merasa kenal bu Risma sehingga mereka tidak mengisinya,” kata Angga menjelaskan kenapa popularitas Risma hanya 40 persen di Surabaya.

Sementara itu, meski nama Khofifah paling populer, ternyata keterpilihan Khofifah kalah dibandingkan Gus Ipul. Dengan pertanyaan jika pemilihan gubernur digelar hari ini, siapakah yang ada pilih ? Dari hasil survei yang dilakukan Initiative Institute menunjukkan Gus Ipul dipilih oleh 44,6 persen responden; kemudian di posisi kedua Khofifah dengan 37,3 persen dan Tri Rismaharini dengan 18,10 persen.

“Risma menurun dibandingkan survei sebelumnya karena hingga saat ini belum menunjukkan kesediaanya dan bahkan cenderung menolak dicalonkan,” kata Angga.

Sementara Gus Ipul berada di posisi teratas karena sudah ada keputusan dari Gus Ipul untuk maju. Sedangkan Khofifah berada di posisi kedua karena saat ini Khofifah belum memberikan jawaban tegas apakah dia akan maju atau tidak dalam pemilihan gubernur kali ini.

Dalam survei ini, The Initiative Institute juga memberikan pertanyaan tentang calon wakil gubernur. Hasilnya, 34,35 persen responden menginginkan Azwar Anas, Bupati Banyuwangi sebagai wakil gubernur; dan di posisi kedua ada nama Musyaffa Noer, Ketua DPW PPP Jawa Timur yang mendapatkan 19,53 persen; Kanang Budi, Bupati Ngawi mendapatkan 19,40 persen.

Nama Azwar Anas, kata Angga, juga masih layak untuk menjadi calon gubernur alternatif, karena saat ini elektabilitasnya masih berada di posisi empat besar setelah Gus Ipul, Khofifah dan Tri Rismaharini.

“Kami juga memetakan, karakter yang diharapkan dari calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur haruslah jujur, amanah, bertanggung awab, adil, taat hukum, pro rakyat kecil, serta cerdas dan bijakasana,” ujarnya. (fik/rst)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 20 September 2026
28o
Kurs