Dalam lima tahun terakhir angka kecelakaan meningkat di Surabaya. Apalagi sejak ada jalan-jalan baru yang memicu pengendara untuk berkendara dengan kecepatan tinggi.
Hal ini dikatakan Irvan Wahyudrajad Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya di sela acara lomba cerdas cermat keselamatan berlalu lintas di Taman Bungkul, Minggu (29/10/2017).
“Sebenarnya di tahun 2012 itu ada penurunan, tapi sejak 2015 saat jalan-jalan baru dibangun angka kecelakaan naik lagi,” ujar Irvan.
Menurut data Dishub Kota Surabaya, di tahun 2016 lalu ada sebanyak 1.294 kecelakaan dengan korban meninggal sebanyak 282 orang. Sementara untuk tahun ini sampai bulan Agustus ada 118 korban meninggal dunia karena kecelakaan.
“Kami berharap tahun ini menurun. Maka dari itu, kami bekerjasama dengan media dan instansi lain untuk memberikan pemahaman berlalu lintas sejak dini mulai siswa SD sampai SMP,” katanya.
Menurut Irvan, pemasangan CCTV di beberapa temoat di simpang empat cukup membantu untuk mengontrol kecelakaan. Sebab, selama ini pelanggaran yang berakibat kecelakaan fatal itu ada di simpang empat . Pengendara menerobos lampu merah dengan melebihi batas kecepatan sehingga berakibat kecelakaan.
“Kami juga akan memasang kamera pendeteksi kecepatan di Frontage Road,” katanya.
Irvan juga mengaku sangat terbantu dengan program Safety Riding Kelana Kota 2017 yang digagas Suara Surabaya Media bersama MPM Honda. Program tahunan itu sangat membantu memberi pemahaman bagi warga bagiamana berlalu lintas dengan baik di jalan. (bid/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

