Minggu, 30 November 2025

Banjir Serdang Bedagai Rendam 16.987 KK, Dua Tanggul Jebol

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Korban terdampak banjir di Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai membawa kedua anaknya menggunakan rakit untuk menuju daratan lebih tinggi, Minggu (30/11/2025). Foto: Antara

Sedikitnya 16.987 kepala keluarga (KK) di 11 kecamatan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, terdampak banjir akibat hujan lebat dan kiriman air dari hulu.

“Kami terus memantau kondisi di lapangan. Saat ini terdata 16.987 kepala keluarga terdampak banjir,” kata Abdurrahman Purba Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serdang Bedagai di Seirampah dilansir dari Antara, Minggu (30/11/2025).

Secara rinci warga yang terdampak tersebut di Kecamatan Sei Rampah mencapai 4.804 KK, Tanjung Beringin 5.330 KK, Sei Bamban 1.223 KK, Bandar Khalifah 1.841 KK, Perbaungan 1.497 KK, Tebing Tinggi 266 KK, Teluk Mengkudu 535 KK, Dolok Masihul 819 KK, Sipispis 83 KK, Tebing Syahbandar 452 KK, dan Kecamatan Pantai Cermin 137 KK.

Banjir di Serdang Bedagai terjadi akibat curah hujan lima hari lalu melanda, ditambah air kiriman dari hulu hingga membuat dua tanggul di Sei Belutu dan Sungai Senangkong jebol.

“Kondisi air saat ini mulai surut, kami semua berharap kondisi ini akan cepat berlalu. Pemkab terus mendata dan menyalurkan bantuan kepada korban terdampak,” katanya.

Bambang (43), salah seorang korban terdampak banjir terpaksa tidur di mushala di SMK N 1 Seirampah Dusun V, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, bersama puluhan warga lainnya. Ayah dua anak ini mengatakan kondisi rumahnya hampir tenggelam. Sebelumnya ia masih bertahan di dalam rumah.

“Saya sudah empat malam tidur di mushala yang dijadikan posko pengungsian, di tempat kami sudah tidak ada lagi daratan, yang tersisa hanya pelantaran mushala ini, itupun air mulai naik ke lantai,” kata Bambang dengan nada sedih.

Banjir kali ini dikatakan Saleh (45), juga korban terdampak banjir, sangat parah. Bisa dikatakan banjir kali ini terparah dari yang terjadi pada tahun 2021.

“Ini banjir terparah, sebelumnya tahun 2021 juga banjir, namun kali ini lebih parah lagi. Sekarang kami tidak bisa beraktivitas, hanya mampu menunggu air surut,” katanya. (ant/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Minggu, 30 November 2025
29o
Kurs