Sabtu, 17 Januari 2026

Kemenhaj Optimalkan Kanal Kawal Haji sebagai Pusat Pengaduan Jemaah

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ichsan Marsha Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah. Foto: Antara

Kanal Kawal Haji akan dioptimalisasi oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) guna menampung pengaduan jamaah terhadap segala kendala dan kesulitan selama beribadah. Para jemaah dapat menggunakan kanal ini sebagai pusat pengaduan resmi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini.

Selain jemaah haji, masyarakat umum yang mengalami dinamikan pelayanan selama di Tanah Suci juga dapat menggunakan kanal tersebut.

Melansir dari Antara, Ichsan Marsha ​Juru Bicara Kemenhaj di Jakarta, Jumat (16/1/2026) malam, mengatakan, keberadaan kanal tersebut sangat krusial untuk menampung keluhan yang selama ini sering kali tumpah di media sosial tanpa penanganan yang jelas.

Dengan adanya Kawal Haji, lanjutnya, setiap masalah yang muncul, baik terkait akomodasi, katering, maupun transportasi, dapat segera direspons oleh petugas yang berwenang.

​”Kita punya kanal Kawal Haji yang Insya Allah ini akan menjadi pusat pengaduan berbagai dinamika yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk kaitan dengan isu media sosial yang muncul di ruang publik,” ujar Ichsan kepada wartawan usai menjadi pemateri dalam Diklat Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 Hijriah/2026 di Asrama Haji Pondok Gede.

​Ichsan menambahkan kanal tersebut juga berfungsi sebagai sarana klarifikasi. Jika ada konten viral yang berpotensi menghadirkan masalah atau kegaduhan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Kawal Haji agar segera ditindaklanjuti dan diluruskan faktanya oleh petugas.

Hal itu dinilai lebih efektif dibandingkan membiarkan isu liar berkembang menjadi bola salju di platform terbuka.

​”Selama ini dalam proses penyelenggaraan sebelumnya, kita bisa melihat kanal ini cukup efektif dalam menyelesaikan berbagai dinamika, baik yang terjadi dalam tugas-tugas pelayanan maupun dinamika berkaitan dengan keberadaan jemaah kita di Tanah Suci,” ujar Ichsan.

​Selain itu Kemenhaj juga mendorong peran aktif media untuk mengedukasi jamaah agar menggunakan jalur resmi dalam menyampaikan aspirasi.

Ichsan berharap jamaah lebih cermat dan bijak. Jika jemaah menemui kendala, langkah pertama adalah melapor ke petugas atau melalui aplikasi, bukan langsung mengunggah konten di media sosial yang sering kali justru memperkeruh suasana tanpa memberikan solusi.

​Dengan optimalisasi Kawal Haji, Kemenhaj menargetkan penyelenggaraan haji 2026 yang lebih tenang dan terukur, dimana setiap masalah teknis dapat diselesaikan secara internal dan profesional, menjaga kekhusyukan ibadah para tamu Allah.(ant/ily/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 17 Januari 2026
28o
Kurs