Selasa, 20 Januari 2026

Kemendagri Minta Pemda Antisipasi Lonjagan Harga Jelang Ramadan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Salah satu penjual bahan pokok di pasar tradisional Pabean Surabaya, Senin (26/9/2022). Foto: Redhita suarasurabaya.net

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah (pemda) mengantisipasi lonjakan harga menjelang Ramadan dengan mengecek perkembangan harga bahan pokok.

Tomsi Tohir Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menginstruksikan pemda cek ke lapangan baik di pasar maupun di tingkat pemasok.

“Tolong turun, kumpulkan teman-teman pedagang itu, komunikasikan dengan daerah penghasilnya Pak. Supaya nanti pada saat Ramadan dan Lebaran kenaikan itu tidak terlalu tinggi,” ujar Tomsi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Melansir Antara, itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pembahasan Antisipasi Kenaikan Harga Tiket Pesawat Menjelang Ramadan dan Idulfitri di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin.

Ia mengapresiasi turunnya harga sejumlah komoditas seperti telur, daging ayam ras, bawang merah, serta cabai rawit. Namun, ia mewanti-wanti kenaikan harga komoditas seperti bawang putih hingga minyak goreng. Pasalnya, di saat komoditas lainnya tengah menurun.

Tomsi berharap daerah yang mengalami kenaikan harga minyak goreng dapat diintervensi dengan penambahan stok Minyakita. Di sisi lain, Tomsi juga mendorong Perum Bulog untuk melakukan intervensi terhadap potensi kenaikan harga beras di sejumlah daerah.

“Cek ada apa Bulog di sana. Kalau memang betul, kuotanya kurang atau stoknya kurang, tolong dorong,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Tomsi berharap seluruh daerah dapat belajar dari penanganan inflasi yang telah berjalan selama ini. Melalui berbagai forum tersebut, daerah dapat mencari jalan keluar terbaik dalam pengendalian harga di daerah.

“Untuk teman-teman daerah, kami minta yang tinggi-tinggi ataupun yang rendah bisa saja menjadi tinggi kalau lengah. Itu kembali lagi, cek lagi, komunikasikan lagi, kontrol lagi ke pasar. Jangan kontrolnya mungkin seminggu sekali, dua minggu sekali, enggak bisa,” tutur Tomsi. (ant/lta)

 

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 20 Januari 2026
29o
Kurs