Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur menggelar aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, pada Rabu (11/2/2026).
Dalam aksi tersebut, BEM SI Jatim mengusung tagline “De(AD) mokrasi Indonesia” seiring dengan dinamika demokrasi nasional yang belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat.
Muhammad Aqomaddin Koordinator Wilayah BEM SI Jatim mengatakan, fokus tuntutan dalam aksi tersebut mencakup dua isu utama. Pertama, penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
Kedua, dorongan agar pemerintah lebih memprioritaskan pengangkatan guru honorer dan tenaga kesehatan honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dibandingkan pengangkatan petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai PPPK.
Selain itu, BEM SI Jatim juga menyoroti isu deforestasi hutan, khususnya di wilayah Papua.
“Kami berharap pemerintah lebih mementingkan kelestarian hutan di Indonesia, terutama di Papua, daripada program-program yang justru berpotensi merusak hutan,” tegas Aqomaddin.




