Jumat, 13 Februari 2026

Prabowo Perintahkan KSP Cari Video yang Ramalkan Kegagalan MBG

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden RI (tiga kanan) saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Antara

Prabowo Subianto Presiden RI memerintahkan Muhammad Qodari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) untuk menelusuri video di berbagai platform media sosial yang meramalkan kegagalan program makan bergizi gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Prabowo kepada Qodari dalam dalam acara peresmian 1.700 lebih SPPG secara terpusat di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (14/2/2026).

Prabowo mengatakan, kelompok yang membuat video itu perlu melihat program MBG yang penerima manfaatnya mencapai 82,9 juta. Dia mengklaim capaian ini merupakan keberhasilan pemerintah.

“Pak Qodari, tolong dikumpulin ya. Video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal, yang mengatakan saya saya menghina bangsa Indonesia, MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia. Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina. Ini harus ada rekam digital ya, direkam semua. Insyaallah kita mencapai 80 sekian juta. Aku minta biar saya, bisa tiap malam saya lihat-lihat,” kata Prabowo kepada Qodari mengutip Antara.

Sementara itu dalam sambutannya Prabowo, menyatakan jumlah penerima MBG terbaru telah mencapai angka 60,2 juta anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. MBG pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025.

Sementara itu, jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) saat ini telah mencapai 23.000 SPPG, yang di antaranya dioperasikan oleh Polri. SPPG merupakan satuan kerja yang dibentuk untuk menjalankan dapur-dapur MBG.

“Jumlah (penerima MBG, red.) ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari, atau sama dengan 10x Singapura tiap hari, atau 2x Malaysia tiap hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengutarakan perasaannya ketika disebut menghina bangsa Indonesia. Menurutnya selama ini dia telah berkiprah dan mengabdikan sisa hidupnya untuk bangsa.

“Jadi saya bilang (ke diri sendiri, red.) aduh apa iya ya, apa iya saya menghina bangsa Indonesia? Dari umur muda, letnan dua, tidak punya apa-apa, saya siap mati untuk Republik. Kok, saya sampai hati mau menghina? Tidak! Sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan, membangun Republik Indonesia,” kata Prabowo.

“Saya ingin mati membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat saya. Ini kehormatan bagi seorang prajurit, mati untuk rakyatnya. Masak saya mau menghina? Tetapi sudahlah, sekarang kita buktikan bersama,” sambung Presiden.(wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 13 Februari 2026
27o
Kurs