Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan memprediksikan ada 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah. Angka ini didapat dari hasil survei potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026.
“Tahun lalu realisasi pergerakan masyarakat bahkan mencapai sekitar 154 juta orang. Karena itu kami tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan perjalanan masyarakat menjelang hari raya,” kata Menhub di laman Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Senin (23/2/2026).
Angka pemudik 2026 lebih rendah dibandingkan hasil survei tahun lalu yang mencapai 146 juta orang. Meski begitu pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat.
Sekitar 66 persen dari total responden menjawab, perjalanan masa Lebaran bertujuan mudik dan bersilaturahmi di kampung halaman.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan sejumlah fasilitas dan titik istirahat bagi pemudik. Yaitu di terminal dan jembatan timbang yang berada di jalur mudik.
“kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman,” ujarnya.
Untung mempersiapkan mudik 2026, Kementerian Perhubungan juga menggandeng Kementerian Agama untuk menyiapkan titik istirahat pemudik di rumah ibadah.
“Ini merupakan sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan, mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berdimensi mobilitas yang sangat besar, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat kita,” ujarnya.
Total Kementerian Agama menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah pemudik tahun ini.
Nasaruddin Umar Menteri Agama (Menag) mengatakan program tersebut bakal berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri, dan akan dibuka selama 24 jam.
Masjid akan menyiapkan fasilitas ruang istirahat, toilet bersih, air wudhu, ruang laktasi jika memadai, air minum, pengisian daya ponsel gratis, serta area parkir yang aman dan tanpa biaya.
“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah karena kalau. Supirnya, ngantuk, dan nanti nabrak, kecelakaan banyak bisa terjadi,” kata Menag di laman Kemenag, Senin (23/2/2026).(lea/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
