Claudia Sheinbaum Presiden Meksiko menegaskan negaranya siap menjamin keamanan penyelenggaraan Piala Dunia 2026, meski sempat terjadi gelombang kekerasan di sejumlah wilayah.
Pernyataan itu disampaikan Sheinbaum menyusul meningkatnya ketegangan keamanan setelah penangkapan dan tewasnya pemimpin kartel narkoba Nemesio Oseguera, yang dikenal dengan alias El Mencho.
Insiden tersebut memicu aksi pemblokiran jalan, pembakaran kendaraan, serta bentrokan antara kelompok kriminal dan aparat keamanan, terutama di negara bagian Jalisco.
“Tidak ada risiko, perlahan situasi kembali normal,” ujar Sheinbaum ketika ditanya mengenai potensi ancaman terhadap pengunjung internasional yang akan menghadiri turnamen tersebut.
Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah 13 dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Sejumlah laga akan digelar di Mexico City, Monterrey, dan Guadalajara, termasuk empat pertandingan di Guadalajara.
Gelombang kekerasan yang terjadi di Jalisco sempat memunculkan kekhawatiran terkait stabilitas keamanan menjelang turnamen akbar sepak bola tersebut. Beberapa aksi blokade jalan dilaporkan muncul pada malam hari, namun pemerintah memastikan aparat keamanan terus bergerak untuk mengendalikan situasi.
Sheinbaum mengakui bahwa operasi penangkapan terhadap Oseguera memicu reaksi dari anggota kartel. Meski demikian, ia menegaskan pendekatan pemerintah tetap konsisten.
“Penangkapan tersangka kriminal yang memiliki surat perintah penahanan dapat memicu situasi seperti ini, tetapi kami mencari perdamaian, bukan perang,” tegasnya dilansir dari Antara, Rabu (25/2/2026).
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri akan resmi dimulai pada 12 Juni 2026. Selain pertandingan utama, Meksiko juga akan menggelar sejumlah laga pemanasan sebelum kompetisi berlangsung. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
