Rabu, 25 Februari 2026

KBS Akan Kembangkan Inovasi Usai Jadi Perumda untuk Tingkatkan PAD

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Pengunjung memadati Kebun Binatang Surabaya saat perayaan Imlek, Rabu (29/1/2025). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Kebun Binatang Surabaya akan mengembangkan inovasi usai menjadi perusahaan umum daerah (perumda) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Yuga Pratisabda Widyawasta Ketua Pansus Raperda KBS DPRD Kota Surabaya menyebut, ada kemudahan optimalisasi bisnis setelah jadi perumda.

“Sebetulnya sama, tapi dalam bentuk usahanya ini lebih fleksibel. Contohnya bisa bekerja sama dengan pihak ketiga,” ungkapnya, Rabu (25/2/2026).

Sehingga inovasi terkait pengelolaan Kebun Binatang Surabaya juga akan berkembang.

“Terus membuat usaha-usaha yang baru misalnya wahana atau apa perizinan yang jadi lebih mudah seperti itu,” tuturnya.

Diversifikssi usaha yang lebih luas itu diharapkan bisa berdampak positif untuk peningkatkan pendapatan KBS.

“Tahun 2025 kemarin pendapatan KBS itu naik 700 persen, daripada tahun 2024,” bebernya.

Usai resmi jadi perumda pascaperda disahkan Senin (23/2/2026) lalu, Yuga optimistis PAD KBS bisa meningkat dibandingkan 2025.

“Karena memang nanti ada skema-skema bisnis yang sebetulnya sudah direncanakan sama direksi sebelumnya, baru bisa dieksekusi setelah jadi perumda,” bebernya.

Upaya nyatanya, berupa inovasi bisnis misalnya kafe satwa atau usaha lain yang berpotensi menarik minat masyarakat datang dan mendatangkan kontribusi untuk PAD.

“Rencananya sama teman-teman direksi kemarin (tembok KBS Jalan Darmo) waktu memaparkan sedikit ke kita, itu rencananya akan dibuka dan itu nanti akan bisa jadi tempat-tempat hub-hub baru untuk nanti semisal kafe satwa atau apa,” ungkapnya lagi.

Sementara Muhammad Nahroni Direktur Keuangan KBS menyebut, komitmen mempertahankan peran KBS, lembaga konservasi, edukasi, dan rekreasi.

“Kita juga harus optimal tidak hanya dalam satu visi tadi ya dari tiga pilar, tapi semuanya harus berkembang seiring sejalan karena konservasi itu tidak bisa maksimal tanpa dukungan operasional yang kita peroleh dari rekreasi,” ungkapnya.

Kemudian menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pendidikan untuk menjalankan fungsi edukasi.

“Mungkin nanti bisa lebih luas lagi sampai nanti bisa ke jejaring internasional seperti itu,” tegasnya. (lta/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 25 Februari 2026
33o
Kurs