Manchester United (MU) dikabarkan harus mengeluarkan biaya besar setelah memecat Ruben Amorim pelatih asal Portugal pada awal 2026 lalu.
Mengutip laporan The Athletic, Sabtu (28/2/2026), Setan Merah diperkirakan harus membayar kompensasi hingga 15,9 juta Poundsterling atau sekitar Rp359 miliar kepada Amorim beserta staf kepelatihannya, usai pemecatan tersebut.
Amorim resmi diberhentikan setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada 5 Januari lalu. Hasil itu menjadi puncak dari situasi internal klub yang terus memburuk sepanjang musim kompetisi.
Pada awal perpisahan, sejumlah laporan menyebut United telah mengeluarkan sekitar 10 juta Poundsterling atau setara Rp226 miliar sebagai kompensasi awal. Namun, angka tersebut belum menjadi nilai akhir pembayaran.
Dalam laporan keuangan kuartal kedua penuh klub, MU mencatat pencadangan dana 15,9 juta Poundsterling. Nilai tersebut menggambarkan potensi maksimal kewajiban kompensasi yang kemungkinan baru akan diakui sepenuhnya pada akhir tahun finansial klub.
Selain kompensasi pemecatan, klub juga menghapus nilai sebesar 6,3 juta Poundsterling dari sisa biaya kontrak yang sebelumnya dibayarkan kepada Sporting CP, klub Amorim sebelum ditunjuk sebagai pelatih kepala Setan Merah pada November 2024.
Sementara, laporan keuangan awal kuartal kedua yang dirilis pada, Rabu (25/2/2026), hanya mencakup periode hingga 31 Desember 2025. Sehingga, rincian penyelesaian akhir dengan Amorim dan staf pelatihnya belum sepenuhnya tercatat.
Seusai pemecatan tersebut, posisi pelatih di Old Trafford kini dipercayakan kepada Michael Carrick mantan pemain dan kapten United. Di bawah arahannya, performa tim menunjukkan tren positif.
Carrick berhasil membawa Manchester United meraih lima kemenangan dari enam pertandingan Liga Inggris. Dia diproyeksikan tetap memimpin tim hingga akhir musim 2025/2026, sembari manajemen klub mencari arah baru untuk proyek jangka panjang mereka.(bil/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
