Senin, 2 Maret 2026

BPS: Produksi Beras Februari-April 2026 Diproyeksikan Turun Dibanding Tahun Lalu

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Beras dan aneka bahan pokok yang dijajakan pedagang di Pasar DTC Wonokromo Surabaya, Jumat (27/9/2024). Foto Dokumen suarasurabaya.net

Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional pada periode Februari hingga April 2026 mencapai 12,23 juta ton. Angka ini turun 4,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

“Potensi produksi beras di Februari sampai dengan April 2026 diperkirakan sebesar 12,23 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,51 juta ton atau menurun 4,02 persen,” kata Ateng Hartono Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS seperti dilansir Antara di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ateng mengatakan, proyeksi tersebut sesuai dengan potensi produksi padi yang mencapai 21,24 juta ton gabah kering giling (GKG) atau turun 4,04 persen pada periode yang sama dibandingkan tahun lalu.

Sementara luas panen padi pada Februari-April 2026 diperkirakan mencapai 3,92 juta hektare atau berkurang sekitar 0,16 juta hektare dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Angka potensi luas panan, bisa berubah sesuai kondisi serangan hama, banjir, kekeringan, waktu realisasi panen, dan lain sebagainya.

Selain itu, BPS mencatat produksi pertanian Januari 2026 meningkat dibanding periode sama tahun lalu. Luas panen padi mencapai 0,57 juta hektare, naik 35,72 persen dari 0,42 juta hektare pada Januari 2025.

Produksi padi naik 38,69 persen menjadi 3,04 juta ton gabah kering giling (GKG) pada Januari 2026.

Luas panen jagung Januari 2026 tercatat 0,24 juta hektare, meningkat 11,17 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi jagung mencapai 1,38 juta ton pipilan kering kadar air 14 persen, naik 11,09 persen.

Katanya kesejahteraan petani juga meningkat. Hal ini dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 sebesar 125,45 naik 1,50 persen dari Januari 2026. Kenaikan didorong indeks harga yang diterima petani (It) yang naik 2,17 persen, lebih tinggi dari indeks harga yang dibayar petani (Ib) meningkat 0,65 persen.

Sementara itu, harga beras rata-rata di tingkat grosir dan eceran meningkat, masing-masing 0,45 persen dan 0,43 persen. Di tingkat penggilingan, harga beras turun 0,33 persen.(ant/lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 2 Maret 2026
24o
Kurs