Senin, 2 Maret 2026

BPS: Jatim Catat Inflasi 4,88 Persen Dipicu Emas Perhiasan Sampai Cabai Rawit

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Ilustrasi Perhitungan Keuangan. Foto Freepiki

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jawa Timur sebesar 4,88 persen. Di mana Komoditas yang dominan menyumbang inflasi adalah tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, beras, cabai rawit, telur ayam ras, bawang merah.

Lalu ada juga angkutan udara, Sigaret Kretek Mesin (SKM), mobil, santan jadi, daging sapi, akademi/perguruan tinggi, Sigaret Kretek Tangan (SKT), kontrak rumah, jeruk, sepeda motor, nasi dengan lauk, sewa rumah, dan sekolah dasar.

“Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 6,37 persen dengan IHK sebesar 115,44, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 3,96 persen dengan IHK sebesar 108,65,” ungkap BPS di lamannya, Senin (2/3/2026).

Katanya perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Jawa Timur di 11 kabupaten/kota, pada Februari 2026 terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,90 pada Februari 2025 menjadi 111,07 pada Februari 2026.

Sedangkan tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Jawa Timur pada Februari 2026 masing-masing sebesar 0,95 persen dan 0,74 persen.

Komoditas yang dominan mmenyumbang inflasi m-to-m pada Februari 2026 antara lain: cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, beras, cabai merah, mobil, Sigaret Kretek Mesin (SKM), jeruk, sepeda motor, dan jagung manis. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m adalah: bensin, dan wortel.(lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 2 Maret 2026
24o
Kurs