Nilai ekspor Jawa Timur bulan Januari 2026 mengalami peningkatan sebesar 4,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 1,96 miliar dolar Amerika menjadi 2,05 miliar dolar Amerika.
Peningkatan nilai ekspor disebabkan meningkatnya kinerja ekspor nonmigas sebesar 5,24 persen dari 1,94 miliar dolar Amerika menjadi 2,046 miliar dolar Amerika. Sementara itu, ekspor migas mengalami penurunan yang cukup tajam sebesar 75,83 persen. Awalnya 12,24 juta dolar Amerika menjadi 2,96 juta dolar Amerika. Penurunan ekspor migas disebabkan menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 100 persen.
“Peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) sebesar 35,33 persen menjadi 224,82 juta dolar Amerika. Komoditas ini paling banyak diekspor ke Tiongkok dengan nilai ekspor mencapai 108,67 juta dolar Amerika dan Malaysia dengan nilai ekspor mencapai 20,06 juta dolar Amerika,” kata BPS di lamannya, Senin (2/3/2026).
Selama Januari 2026, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar, yaitu mencapai 325,43 juta dolar AS atau 15,90 persen terhadap total ekspor nonmigas.
“Negara ekspor tujuan terbesar selanjutnya adalah Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar US$300,25 juta selama Januari 2026. Komoditas ekspor utama ke Tiongkok adalah lemak dan minyak hewani/nabati, berbagai produk kimia, tembaga, serta komoditas bahan kimia organik,” imbuhnya.
Total nilai ekspor nonmigas Januari 2026 ke 13 negara tujuan utama mencapai 1,47 miliar dolar AS. Mengalami peningkatan sebesar 7,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Sedangkan Nilai impor Jawa Timur Januari 2026 naik 12,01 persen menjadi 2,55 miliar US dolar dibandingkan tahun lalu. Nilai impor nonmigas mencapai 2,15 miliar dolar AS meningkat 18,13 persen. Peningkatan nilai impor dipicu menguatnya kinerja impor sektor nonmigas yang tumbuh sebesar 18,13 persen dari 1,82 miliar dolar AS menjadi 2,15 miliar dolar AS.
Sementara impor migas mencapai 0,40 miliar dolar AS, mengalami penurunan sebesar 12,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Penurunan impor migas disebabkan oleh turunnya impor komoditas hasil minyak dan komoditas gas masing-masing sebesar 22,32 persen dan 8,85 persen.(lea/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
