Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada perdagangan Rabu (4/3/2026), akibat sentimen global yang masih didominasi kekhawatiran eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, berdasarkan analisis teknikal, IHSG berpotensi mengalami koreksi terbatas dengan support dan resistance pada level 7.860–8.150.
“Perang masih berlanjut, dan pelaku pasar cenderung memiliki perspektif negatif, sehingga menekan pasar saham dan obligasi global,” kata Nico dalam kajiannya.
Donald Trump Presiden AS baru-baru ini menyatakan akan memberikan jaminan asuransi dan pengawalan angkatan laut bagi kapal tanker minyak yang melintas Selat Hormuz.
Langkah ini bertujuan mencegah krisis energi global dan memastikan distribusi minyak tetap lancar, sehingga inflasi akibat kenaikan harga energi dapat lebih terkendali.
Selain itu, pemerintah AS tengah merancang tarif baru untuk menggantikan bea masuk yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.
Dilansir dari Antara, tarif ini diperkirakan sedikit lebih tinggi dari kesepakatan bilateral sebelumnya, dan menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi sentimen pasar global.
Di dalam negeri, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi menerbitkan informasi kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen. Data ini dipublikasikan setiap bulan melalui situs BEI, untuk memperkuat transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Sementara itu, Asosiasi Pertambangan Nikel Indonesia (APNI) mengungkapkan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerbitkan peraturan baru terkait Harga Mineral Acuan (HMA) nikel pada Maret 2026.
Revisi ini disusun berdasarkan usulan APNI agar formula Harga Patokan Mineral (HPM) memperhitungkan kandungan besi dan kobalt, bukan sekadar royalti.
“Secara pasar, kebijakan ini cenderung menjadi sentimen positif bagi emiten tambang nikel hulu, meski dampaknya lebih terbatas bagi pelaku industri pengolahan,” kata Nico.
Perubahan formula diharapkan memaksimalkan penerimaan negara tanpa menekan industri smelter domestik terlalu signifikan.
Pada perdagangan Selasa (3/3/2026) menandai tekanan yang sama di bursa global. Bursa Eropa mencatat pelemahan signifikan: Euro Stoxx 50 turun 3,64 persen, FTSE 100 melemah 2,75 persen, DAX Jerman turun 3,44 persen, dan CAC Prancis melemah 3,46 persen.
Di Wall Street, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,83 persen ke level 48.501,27, S&P 500 melemah 0,95 persen ke level 6.816,63, dan Nasdaq Composite turun 1,09 persen ke level 24.720,08. “Sentimen global dan ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG,” ujar Nico. (ant/mar/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
