Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana dan prasaran (sarpras) 51 sekolah SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Gresik serta Lamongan.
Program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas bagi para siswa. Terutama bagi sekolah di wilayah yang belum merata fasilitasnya.
“Kita ingin menyampaikan pesan bahwa ada daya dukung lingkungan di sekolah yang harus kita siapkan dan kita jaga bersama,” kata Khofifah, Kamis (5/3/2026).
Gubernur Jatim itu kemudian meminta kepada para kepala sekolah supaya menjaga sarpras yang baru dibangun agar mendukung proses pembelajaran.
“Terutama para kepala sekolah, saya mohon apa yang sudah kita lakukan, sudah dibangun dan sudah saya tanda tangani prasastinya mohon dijaga sekaligus penguatan daya dukung lingkungan sekolah,” tuturnya.
Sementara itu Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menyebut program rehabilitasi dan revitalisasi bagian dari upaya pemprov untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang merata.
“Dukungan Ibu Gubernur kami optimis pendidikan Jawa Timur terus berkembang melahirkan generasi emas yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Aries menyebut, berdasarkan data program revitalisasi dan rehabilitasi di wilayah kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik total 51 satuan pendidikan mendapatkan program pembangunan dengan anggaran Rp69.704.570.000.
Rinciannya, Kabupaten Lamongan program revitalisasi dilaksanakan di 32 satuan pendidikan terdiri dari SMA 19 sekolah dengan anggaran Rp19,36 miliar, SMK 13 sekolah dengan anggaran Rp22,13 miliar, SLB 1 sekolah dengan anggaran Rp796 juta.
“Total anggaran khusus untuk Lamongan Rp42,29 miliar,” katanya.
Sedangkan Kabupaten Gresik program revitalisasi dilaksanakan 19 satuan pendidikan terdiri dari SMA 10 sekolah dengan anggaran Rp8,6 miliar, SMK 9 sekolah dengan anggaran Rp19,33 miliar dengan total anggaran Rp27,4 miliar.
“Program ini menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan kualitas pendidikan yang layak dan merata di berbagai seluruh wilayah yang ada di Jawa Timur khususnya Lamongan dan Gresik,” tuturnya.
Sedangkan sarpas yang dilakukan revitalisasi dan rehabilitasi di antaranya, ruang kelas, laboratorium komputer dan laboratorium IPA, ruang administrasi dan perpustakaan, toilet dan fasilitas sanitasi sekolah, pembangunan ruang kelas baru.
Kemudian ruang laboratorium, ruang BK, ruang UKS, ruang OSIS, ruang praktek siswa yang diperuntukkan bagi SMK khususnya teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, agribisnis tanaman pangan dan hortikultura serta desain komunikasi visual, bisnis digital.
“Peningkatan fasilitas dapat memperkuat kualitas pembelajaran khususnya di SMK yang membutuhkan sarana prasarana yang modern dan lengkap sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” ungkapnya.(wld/kir/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
