Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Kamis (5/3/2026) ditutup menguat 133,48 poin atau 1,76 persen ke level 7.710,54. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 15,37 poin atau 1,99 persen ke posisi 787,82.
Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas mengatakan, penguatan IHSG didorong aksi investor berburu saham murah atau diskon (bargain hunting) setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
“Sesuai perkiraan, IHSG berhasil rebound, didorong oleh sentimen positif penguatan indeks bursa global, serta aksi bargain hunting meskipun juga terjadi profit taking pada beberapa saham yang mengalami rally seperti misalnya saham sektor migas,” ujar Ratna Lim dilansir dari Antara.
Dari sisi domestik, pelaku pasar menanti rilis data cadangan devisa Indonesia periode Februari 2026, yang berpotensi kembali turun seiring depresiasi nilai tukar rupiah.
Sementara dari Amerika Serikat, pasar menunggu rilis data nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran Februari 2026, serta penjualan ritel Januari 2026.
Berdasarkan konsensus, diperkirakan data nonfarm payrolls melambat menjadi 59.000 pada Februari 2026, dari awalnya 130.000 pada Januari 2026. Sementara tingkat pengangguran diproyeksikan stabil di level 4,3 persen.
IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga akhir sesi pertama dan kedua perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat, dipimpin sektor barang konsumen nonprimer yang naik 3,39 persen, disusul sektor industri dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 2,66 persen dan 2,29 persen. Sementara satu sektor tercaatat melemah, yakni transportasi dan logistik sebesar 0,01 persen.
Saham dengan penguatan terbesar antara lain RODA, LAND, BIPP, KOTA, dan INCF. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni ELPI, INDS, BBSS, MMLP dan ZATA.
Frekuensi perdagangan tercatat 2.084.435 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 34,46 miliar lembar saham senilai Rp17,94 triliun. Sebanyak 597 saham naik, 125 turun, dan 96 stagnan nilainya.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei naik 1.032,60 poin atau 1,90 persen ke 55.278,10, indeks Shanghai menguat 26,09 poin atau 0,64 persen ke 4.108,57, indeks indeks Hang Seng menguat 71,85 poin atau 0,28 persen ke 25.321,40, dan indeks Strait Times menguat 33,81 poin atau 0,70 persen ke 4.846,56. (ant/lea/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
