Sabtu, 7 Maret 2026

Ekonomi Indonesia Terancam Melambat Imbas Konflik AS-Israel dengan Iran

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dan Iran. Foto: iStock

Menurut Gigih Prihantono pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) konflik global yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel- dengan Iran, memberikan dampak pada ekonomi Indonesia.

“Saya kira dampak tidak langsung dari perang global ini terhadap ekonomi Indonesia bisa mencapai 20 hingga 25 persen. Angka tergolong cukup tinggi dan berisiko menyeret ekonomi 2026 lebih rendah dibanding tahun sebelumnya,” katanya, saat dihubungi suarasurabaya.net, Jumat (6/3/2026).

Gigih juga menjelaskan, selain karena faktor eksternal, tekanan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga datang dari kebijakan perdagangan internasional yakni, meratifikasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS yang dinilai memiliki poin-poin merugikan.

“Ini berpotensi semakin menekan perekonomian Indonesia menjadi lebih buruk di tahun 2026,” ujar Gigih.

Adapun dengan tambahan faktor eksternal ini, target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen yang dicanangkan pemerintah, akan semakin sulit tercapai.

Terlebih, dalam data pertumbuhan ekonomi nasional pada beberapa triwulan terakhir menunjukkan angka di bawah lima persen, yakni kisaran 4,8 hingga 4,9 persen.

“Tanpa adanya reformasi yang masif dari pemerintah, target pertumbuhan ekonomi delapan persen itu tidak relistis,” tegasnya.

Adapun untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, Gigih menyarankan agar pemerintah meniru taktik transformasi China atau Jepang, yakni dengan menekan biaya produksi dalam negeri agar barang ekspor jauh lebih murah dan kompetitif di pasar global.

“Tapi sekali lagi, saya belum melihat keseriusan pemerintah untuk mengambil langkah reformasi masif seperti ini. Hal ini menyebabkan Indonesia berada di posisi ekonomi yang belum benar-benar kuat,” katanya.

Menurut Gigih, masalah klasik seperti ketergantungan pada harga minyak dunia dan daya saing ekspor yang rendah, masih menjadi beban yang harus segera diselesaikan pemerintah.(kir/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 7 Maret 2026
26o
Kurs