Minggu, 15 Maret 2026

Bahlil Sebut Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Bahlil Lahadalia (kiri) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan terkait kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Foto: Antara/ Setpres

Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) aman menjelang Lebaran 2026.

Menurutnya, cadangan berbagai jenis BBM saat ini berada di atas minimum. Sehingga, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran.

“Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Bapak (Presiden). Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman Bapak,” ucap Bahlil berdasarkan keterangannya yang dilansir Antara, Sabtu (14/3/2026).

Mengenai rincian stok cadangan, Bahlil saat Sidang Kabinet Paripurna pada, Jumat (13/3/2026), menerangkan pada Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 stoknya mencapai sekitar 24,39 hari.

Untuk cadangan Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 dilaporkan kapasitas sekitar 28 hari dan RON 98 sekitar 31 hari. Jenis solar subsidi, kapasitas cadangan mencapai sekitar 16,41 hari, sementara solar CN 53 sekitar 46 hari dan avtur sekitar 38 hari.

Selain BBM, Bahlil menyatakan pasokan LPG nasional turut terjaga di tengah kendala distribusi minyak mentah global imbas konflik Timur Tengah.

Dia mengungkapkan, sebagian besar impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, dengan persentase sekitar 70-72 persen. Sedangkan 20 persen berasal dari Timur Tengah, dan sisanya dari beberapa negara lain.

Pengimporan pasokan dari AS dan negara lain seperti Australia merupakan salah satu langkah Pemerintah dalam mengantisipasi ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah.

“Di akhir minggu ini masuk dua kargo dari Australia untuk LPG,” ucap Bahlil.

Sementara untuk solar, menurut Menteri ESDM, pasokannya relatif lebih stabil karena seluruhnya diproduksi dalam negeri.

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Januari 2026 turut mendukung kondisi itu yang meningkatkan kapasitas produksi kilang nasional, dan diperkirakan dapat mengurangi impor bensin hingga 5,5 juta ton dan solar sekitar 3,5 juta ton per tahun.

Pemerintah terus mendorong pembangunan kilang minyak agar produksi BBM dalam negeri dapat terus ditingkatkan dan meminimalisir ketergantungan impor.

“Kalau lifting kita enggak mencapai 1,6 juta (barel minyak per hari), selisih antara kebutuhan crude dan kemampuan kita lifting, itulah yang kita impor. Jadi ke depan itu tinggal impor crude saja,” tandas Bahlil.(ant/vve/bil/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 15 Maret 2026
32o
Kurs