Jumat, 20 Maret 2026

H-1 Idulfitri, 27 Ribu Pemudik Naik dan 110 Turun Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Pemudik menuju kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada Kamis (19/3/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Aktivitas pergerakan penumpang kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih bergeliat pada H-1 Idulfitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan data operasional PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang dicatat mulai tanggal 7 hingga 20 Maret, total penumpang yang naik kapal mencapai 27.843 orang, sementara penumpang yang turun jauh lebih besar, yakni mencapai 110.741 orang, pada Jumat (20/3/2026).

Selain itu, tercatat juga penumpang lanjut (transit) sebanyak 3.614 orang. Hal tersebut, menunjukkan masih adanya mobilitas antarwilayah melalui jalur laut mendekati Lebaran Idulfitri.

Sementara dari sisi logistik, aktivitas bongkar muat barang juga tetap berjalan. Total bongkar barang tercatat mencapai 16.374 ton, sedangkan muat barang mencapai 9.405 ton.

Pada tahun 2026 ini, Pelindo memperkirakan akan ada kenaikan jumlah penumpang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kami memprediksikan tahun ini akan ada lonjakan kurang lebih 5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Ana Adiliya General Manager Cabang Kalimas dan GSN Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa.

Pada tahun 2025 lalu, jumlah penumpang yang tercatat di Terminal Gapura Surya Nusantara mencapai sekitar 273 ribu orang. Sementara pada tahun ini diperkirakan meningkat menjadi sekitar 287 ribu penumpang.

Pihaknya memastikan, sudah melakukan berbagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan hingga periode arus balik nanti, mulai dari fasilitas bangunan, tambatan kapal, hingga fasilitas tambahan seperti troli.

Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa Pelindo menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di Surabaya.

“Cuaca ekstrem memang terjadi di Surabaya akhir-akhir ini juga ada angin yang cukup kencang. Jadi kami mengantisipasi, kami menambah jumlah kapasitas untuk ruang tunggu sementara,” katanya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan penumpang apabila terjadi keterlambatan keberangkatan kapal.

“Jadi ketika ada kapal yang terjadi delay atau keterlambatan, penumpang ini masih tetap nyaman untuk menunggu,” pungkasnya.(ris/kir/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 20 Maret 2026
26o
Kurs