Rabu, 6 Mei 2026

Pemerintah Targetkan CNG Gantikan LPG 3 Kg Mulai Tahun Ini

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Produk gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) Gaslink dari PT Gagas Energi Indonesia, salah satu afiliasi Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT PGN Tbk. Foto: PGN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan Compressed Natural Gas (CNG) dapat menggantikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kg mulai tahun ini.

Laode Sulaeman Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menegaskan bahwa implementasi program tersebut telah masuk tahap persiapan teknis dan distribusi.

“Tahun ini,” ujar Laode di sela acara “CNG & LNG untuk Rakyat” di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Menurut Laode, pemerintah saat ini tengah menyiapkan tabung CNG berukuran kecil yang dirancang khusus untuk kebutuhan rumah tangga. Hal ini diperlukan karena karakteristik CNG berbeda signifikan dengan LPG, terutama dari sisi tekanan penyimpanan.

CNG memiliki tekanan sekitar 250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan LPG yang hanya berada di kisaran 5–10 bar. Perbedaan ini membuat desain tabung harus disesuaikan secara ketat karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan pengguna.

“Lemigas dalam setiap tahapan-tahapan uji tabung kami lakukan, kemudian uji tekanan, dan lain-lain. Ini memang faktor yang paling penting,” kata Laode dilansir dari Antara.

Selain pengembangan tabung, pemerintah juga menyiapkan sistem distribusi CNG untuk rumah tangga. Implementasi awal akan difokuskan di kota-kota besar di Pulau Jawa sebelum diperluas ke wilayah lain di Indonesia.

“Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa. Tahun ini,” ujarnya.

Laode juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengganti kompor ketika beralih dari LPG ke CNG. Sistem yang dikembangkan dirancang agar dapat digunakan secara langsung tanpa modifikasi tambahan.

“Kompor tidak perlu diganti, tinggal plug, sudah mengalir. Tadinya pakai LPG, sekarang pakai CNG,” jelasnya.

Dalam pengembangannya, pemerintah turut memperhatikan komponen keselamatan lain, termasuk valve atau katup pada tabung gas. Komponen ini berfungsi mengatur aliran gas sekaligus menjadi pengaman utama dalam sistem penggunaan.

Laode menyebutkan bahwa hasil uji awal menunjukkan penggunaan CNG dapat berjalan lebih sederhana dari perkiraan, bahkan tanpa perlu perubahan pada perangkat kompor rumah tangga.

“Saya sudah menyaksikan langsung penggunaan tipe 1, itu valve-nya langsung bisa, bahkan tidak ada lagi modifikasi di kompor. Langsung plug and play, nyala kompor itu dengan CNG. Dan apinya lebih biru malah kalau saya perhatikan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa skema ini dirancang agar masyarakat tidak terbebani biaya tambahan, baik untuk penggantian maupun modifikasi peralatan memasak.

Lebih lanjut, Laode menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan peta jalan (roadmap) transisi energi dari LPG ke CNG, meski belum diumumkan secara resmi kepada publik.

“Roadmap CNG sudah ada, tetapi belum diumumkan oleh Pak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Intinya, ke depan, kami akan mereduksi LPG. Kita gantikan dengan CNG,” ujarnya. (ant/mar/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 6 Mei 2026
31o
Kurs