Senin, 23 Maret 2026

Liverpool Tumbang Lagi, Shearer Sebut Lini Pertahanan Berantakan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Alan Shearer menyebut lini belakang Liverpool tampil berantakan saat kalah dari Brighton & Hove Albion dengan skor 1-2 pada Sabtu (21/3/2026). Foto: Liverpool FC

Alan Shearer legenda sepak bola Inggris melontarkan kritik tajam terhadap performa Liverpool setelah kekalahan dari Brighton & Hove Albion dengan skor 1-2 pada Sabtu (21/3/2026). Hasil tersebut menjadi kekalahan kesepuluh The Reds musim ini.

Dalam pertandingan tersebut, Danny Welbeck tampil gemilang dengan mencetak dua gol untuk Brighton. Liverpool memperkecil kedudukan melalui Milos Kerkez.

Shearer menyoroti sejumlah kelemahan mendasar dalam permainan tim asuhan Arne Slot. Dia menilai, Liverpool kehilangan daya gedor setelah Hugo Ekitike harus keluar lebih awal akibat cedera.

“Tidak diragukan lagi bahwa situasi dengan Ekitike mengganggu ritme permainan mereka dan mereka harus mengubah beberapa hal,” ujar Shearer dilansir dari Liverpool Echo.

Mantan bomber Timnas Inggris itu juga menilai rotasi pemain di sektor bek sayap justru memperburuk stabilitas tim. Menurutnya, perubahan tersebut berdampak pada organisasi permainan secara keseluruhan.

“Tetapi, ada tiga bek kanan yang berbeda hari ini, jelas itu tidak membantu,” tambahnya.

Lebih jauh, Shearer mengkritik kurangnya intensitas dan buruknya koordinasi antarlini Liverpool. Dia menilai, lini tengah gagal memberikan tekanan, sementara lini depan tidak mampu menciptakan ancaman berarti.

“Tidak ada tekanan di lini tengah, tidak ada ancaman di lini depan, dan secara defensif celah di antaranya sangat mencolok,” tegasnya.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada duet bek tengah, Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate, yang dinilai tampil di bawah standar. Shearer bahkan menyebut keduanya “berantakan” saat menghadapi tekanan dari Welbeck.

“Welbeck menindas kedua bek tengah, mereka benar-benar kacau. Saya pikir mereka benar-benar buruk,” katanya.

Shearer menambahkan, Liverpool kehilangan lebar permainan, yang membuat Florian Wirtz kesulitan mengembangkan permainan karena minimnya opsi di sisi sayap.(saf/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 23 Maret 2026
28o
Kurs