Kamis, 26 Maret 2026

Libur Lebaran Selesai, Pasar Pabean Surabaya Masih Sepi Pembeli

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Suasana di dalam Pasar Pabean Surabaya, Kamis (26/3/2026). Foto: Rafi’ Ermawan Mg suarasurabaya.net

Aktivitas jual beli di Pasar Pabean, Kota Surabaya, Jawa Timur, belum sepenuhnya kembali seperti sediakala setelah momen libur Idulfitri 2026. Sejumlah pedagang mengaku jumlah pembeli masih relatif sepi pada, Kamis (26/3/2026) hari ini.

Salah satunya Pat, pedagang setempat yang mengatakan kondisi ini merupakan hal yang lazim terjadi setelah Lebaran. Meski begitu, dia menyebut mulai ada sedikit pergerakan pembeli dibanding hari-hari sebelumnya.

“Habis Lebaran yawes (ya sudah) begini (sepi). Tapi, hari ini lumayan lah ada pembelinya, kalau tidak ada kan tidak dapat uang,” ujarnya kepada suarasurabaya.net, Kamis.

Seorang pedagang sedang mengangkut karung bawang di Pasar Pabean Surabaya pada Kamis (26/3/2026). Foto: Rafi’ Ermawan Mg suarasurabaya.net

Di sisi lain, harga sejumlah bahan pokok terpantau mulai mengalami penurunan. Ibu Pat sapaan akrabnya menyebut harga cabai rawit yang sebelumnya sempat menyentuh Rp80.000 per kg, kini turun jadi Rp55.000 per kg.

“Kemarin itu sampai Rp80.000an, kalau sekarang cuma Rp55.000 lomboknya itu,” ungkapnya.

Penurunan juga terjadi pada harga bawang putih, dari sebelumnya Rp32.000 per kg, kini turun menjadi sekitar Rp30.000 per kg.

“Kalau bawang kemarin di Rp32.000, sekarang ya cuma Rp30.000 per kilo,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Siti, pedagang lainnya di Pasar Pabean. Dia menilai, kondisi pasar pascalebaran cenderung fluktuatif dan sangat bergantung pada jumlah pembeli yang datang.

“Ya, sini uangnya ya dari yang beli. Kemarin pas Lebaran ya sama saja kayak hari ini, tidak ada yang tahu juga kan. Cuma ya hari ini juga lumayan ada orang lewat,” ujarnya.(rzl/bil/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 26 Maret 2026
26o
Kurs