Senin, 30 Maret 2026

PM Spanyol Peringatkan Potensi Krisis Pangan Akibat Konflik Timur Tengah

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Pedro Sanchez Perdana Menteri Spanyol mengingatkan adanya potensi krisis pangan akibat konflik di Timur Tengah. Foto: BBC

Pedro Sanchez Perdana Menteri Spanyol mengingatkan adanya potensi krisis pangan akibat konflik di Timur Tengah yang mulai memengaruhi ekonomi global. Peringatan itu disampaikan dalam surat kepada anggota Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE) pada Minggu (29/3/2026).

“Kita telah hidup dalam perang terbuka di Timur Tengah selama sebulan: lebih dari 2.000 orang tewas, empat juta orang terpaksa mengungsi, rantai pasokan terganggu, harga minyak dan gas meningkat tajam, serta krisis pangan membayangi,” ucap Pedro Sanchez dikutip dari Antara.

Ia menyampaikan lonjakan harga enegi dan gangguan rantai pasokan telah meningkatkan tekanan di pasar global.

Oleh karena itulah Spanyol menentang perang tersebut dengan tegas mendesak perang agar asegera dihentikan, agar masyarakat dapat terjaga dari dampak lonjakan ekonomi.

Pada Maret tahun ini, harga energi diketahui alami lonjakan karena eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Akibat perang ini pula, lalu lintas di jalur strategis Selat Hormuz juga terhenti. Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman komoditas energi dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, menyumbang sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair di dunia.

Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari juga telah menewaskan lebih dari 1.340 orang.(ant/mar/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 30 Maret 2026
31o
Kurs