Selasa, 31 Maret 2026

Bahlil: Harga BBM Nonsubsidi Menyesuaikan Pasar Global

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjawab pertanyaan awak media seusai menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026). Foto: Antara

Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi telah diatur dalam regulasi pemerintah dan disesuaikan dengan dinamika harga energi di pasar global.

Melansir dari Antara, hal tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo pada Senin (30/3/2026), menanggapi wacana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sebesar 10 persen yang disebut berlaku mulai 1 April 2026.

Ia memaparkan terdapat dua variasi harga BBM, yakni untuk sektor industri dan nonindustri yang tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022.

“Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu nonindustri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” kata Bahlil.

BBM kategori industri umumnya digunakan oleh sektor usaha dan kelompok masyarakat mampu. BBM jenis ini merupakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi, seperti RON 95 dan RON 98. Oleh karena itulah, menurutnya perubahan harga tak menjadi beban negara lantaran tidak mendapat subsidi.

“Bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampulah, seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi ya kan? Dan selama mereka mau, selama ada uang untuk bayar monggo. Tugas negara menyiapkan yang membayar, tidak ada tanggungan negara sama sekali,” ucapnya.

Kendati demikian, dalam hal ini pemerintah menekankan fokus utama kebijakan energi adalah untuk BBM subsidi. Maka dari itulah, Bahlil mengungkap kebijakan krusial dalam mempertimbangkan harga BBM, pemerintahan Prabowo Presiden RI akan selalu memprioritaskan kondisi masyarakatnya.

“Saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat,” klaim Bahlil.

Dalam kesempatan yang berbeda, Muhammad Baron Vice President Corporate Communication Pertamina mengatakan dengan jelas semua jenis BBM untuk saat ini belum mengalami kenaikan harga. Sehingga informasi yang beredar di publik terkait harga BBM terutama jenis pertamax tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Baron, Senin (30/3/2026).

Baron menghimbau masyarakat untuk memantau informasi harga BBM pada saluran resmi Pertamina agar tak mengalami kekeliruan informasi.(ant/mar/ris/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 31 Maret 2026
32o
Kurs