Kamis, 2 April 2026

Indonesia–Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Budaya, Bahas MoU Baru hingga Kolaborasi Film

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Fadli Zon Menteri Kebudayaan RI menunjukkan sebuah keris dalam pertemuan dengan Faisal Abdullah H. Amodi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (1/4/2026). Foto: istimewa

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi terus mempererat hubungan bilateral di bidang kebudayaan. Hal ini ditandai dengan pertemuan antara Fadli Zon Menteri Kebudayaan RI dengan Faisal Abdullah H. Amodi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari penguatan diplomasi budaya hingga kolaborasi industri kreatif antara kedua negara yang telah menjalin hubungan selama lebih dari tujuh dekade.

Fadli Zon menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai lembaga mandiri menjadi langkah penting dalam memperkuat pengelolaan dan pengembangan budaya nasional.

“Kementerian Kebudayaan ini merupakan yang pertama berdiri setelah 79 tahun. Sebelumnya, urusan kebudayaan berada dalam lingkup pendidikan dan pariwisata,” ujar Fadli Zon.

Ia juga menekankan komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan dengan Arab Saudi, terutama di sektor kebudayaan yang kini menjadi perhatian kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas rencana kunjungan Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud Menteri Kebudayaan Arab Saudi ke Indonesia dalam waktu dekat.

Kunjungan itu diharapkan menjadi momentum penting untuk memperbarui Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama budaya yang akan berakhir pada 2027.

Duta Besar Arab Saudi menyambut baik berbagai inisiatif kerja sama yang diajukan Indonesia, termasuk rencana penguatan kolaborasi di forum internasional.

“Dalam 10 hari ke depan Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi akan berkunjung ke Indonesia,” ungkap Faisal.

Selain itu, Indonesia juga meminta dukungan Arab Saudi dalam pencalonan keanggotaan Komite Warisan Budaya Takbenda di UNESCO periode 2026–2030.

Kerja sama juga diarahkan pada pengajuan ekstensi elemen Warisan Budaya Takbenda, seperti kaligrafi Arab yang telah terdaftar secara multinasional, serta elemen budaya lain yang memiliki kesamaan praktik di kedua negara.

Tak hanya itu, kedua pihak juga menjajaki peluang kolaborasi di sektor industri budaya, termasuk perfilman. Indonesia melihat potensi kerja sama produksi film bersama hingga penyelenggaraan festival film internasional, seperti Red Sea Film Festival dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Fadli Zon berharap sinergi ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekosistem budaya di kedua negara.

“Kami berharap kerja sama kedua negara di bidang kebudayaan dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat besar bagi ekosistem kebudayaan di Indonesia dan Arab Saudi,” pungkasnya.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 2 April 2026
32o
Kurs