Jumat, 3 April 2026

FAO: Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Pedagang cabai dan bawang di Pasar Wonokromo Surabaya, Selasa (31/3/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada lonjakan harga pangan global. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat kenaikan harga komoditas dipicu oleh meningkatnya biaya energi dan pupuk.

Dalam laporan terbarunya, FAO menyebut bahwa Indeks Harga Pangan global naik 2,4 persen pada Maret 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi yang kedua secara berturut-turut sejak eskalasi konflik di kawasan tersebut.

FAO menilai lonjakan harga energi, yang berkaitan langsung dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga pangan dunia.

Kategori minyak nabati mencatat kenaikan paling signifikan. Harga melonjak 5,1 persen, dengan minyak sawit mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meroketnya harga minyak mentah yang berdampak pada biaya produksi dan distribusi.

Meski demikian, FAO menyebut kondisi pasokan sereal global yang relatif memadai masih mampu menahan dampak lebih luas terhadap stabilitas harga pangan.

“Kenaikan harga sejak konflik dimulai relatif kecil, terutama didorong oleh harga minyak yang lebih tinggi dan diimbangi oleh pasokan sereal global yang melimpah,” ujar Máximo Torero Kepala Ekonom FAO dilansir dari Reuters pada Jumat (3/4/2026).

Namun, FAO mengingatkan potensi risiko yang lebih besar apabila konflik berlangsung lebih lama. Kenaikan harga pupuk yang berkepanjangan dinilai dapat memengaruhi keputusan produksi para petani di berbagai negara.

Torero menjelaskan, petani berpotensi menghadapi dilema dalam menentukan pola tanam.

“Jika harga pupuk tetap tinggi, petani harus memilih antara mengurangi penggunaan input, menanam lebih sedikit, atau beralih ke komoditas yang membutuhkan pupuk lebih rendah,” katanya. (saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 3 April 2026
29o
Kurs