Senin, 6 April 2026

UNIFIL Soroti Serangan Israel-Hizbullah di Dekat Pos PBB dan Peringatkan Bahayanya

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Kendaraan pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) terlihat diparkir di Marjayoun, dekat perbatasan dengan Israel, di Lebanon selatan pada 9 Agustus 2024. Foto: Reuters

Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terus menyuarakan keprihatinan atas aktivitas militer Israel dan Hizbullah di dekat posisi mereka dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut membahayakan pasukan penjaga perdamaian.

Kandice Ardiel Juru bicara UNIFIL menyatakan bahwa pihaknya terus menyampaikan keprihatinan atas aksi saling tembak proyektil dan peluru oleh pejuang Hizbullah dan tentara Israel di sekitar posisi pasukan PBB, yang dalam sejumlah insiden telah menimbulkan korban tewas maupun luka di kalangan penjaga perdamaian.

Ardiel menambahkan, kedua pihak juga kerap melancarkan serangan di dekat posisi PBB yang berpotensi memicu tembakan balasan. Ia juga mengingatkan adanya keberadaan kombatan di sekitar area tempat pasukan penjaga perdamaian tinggal dan bekerja.

“Kegiatan-kegiatan ini membahayakan pasukan penjaga perdamaian,” kata Ardiel mengutip dari kantor berita Anadolu.

Ia mengingatkan semua pihak untuk memenuhi kewajiban dalam menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB, serta menghormati keutuhan wilayah PBB setiap saat.

UNIFIL kemudian mendesak seluruh pihak untuk meletakkan senjata mereka dan bersiap menuju gencatan senjata. Misi tersebut menegaskan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik yang ada. UNIFIL menilai pertempuran yang terus berlanjut hanya akan menambah korban jiwa dan kehancuran.

Sementara itu, hingga kini Israel masih melancarkan serangan udara dan darat di Lebanon selatan sejak serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024.

Sedangkan Hizbullah juga terus menembakkan roket ke wilayah Israel sejak awal Maret. Kelompok tersebut menyatakan aksinya sebagai respons atas serangan Israel yang berlanjut di Lebanon, serta pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari.(mar/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 6 April 2026
33o
Kurs