Sanae Takaichi Perdana Menteri Jepang mengatakan Jepang menggunakan saluran komunikasi langsung dengan Iran guna memastikan keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.
“Kami telah menjaga komunikasi yang erat dengan Iran di berbagai tingkatan hingga saat ini. Menyatakan keprihatinan tentang banyaknya kapal yang masih berada di Teluk Persia, termasuk yang terkait dengan Jepang,” ucapnya, seperti dikutip dari Antara pada Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan bahwa pihaknya mendesak Iran untuk segera mengambil tindakan yang tepat agar keselamatan seluruh kapal di Selat Hormuz dapat dipastikan segera.
Jepang menggunakan model komunikasi dengan Iran secara langsung yang akan terus digunakan untuk mengetahui dan memastikan keselamatan kapal.
“Melalui saluran langsung dengan Iran, kami akan terus mencari langkah-langkah yang tepat untuk memastikan keselamatan navigasi di Selat Hormuz. Penting untuk memastikan keselamatan navigasi semua kapal, termasuk kapal Jepang di Selat Hormuz,” ujar Takaichi.
Hingga saat ini salah satu jalur perairan strategis yaitu Selat Hormuz masih ditutup yang merupakan dampak dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
AS dengan Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Iran membalas serangan tersebut dengan mengirim rudal dan drone kepada Israel serta beberapa pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. (ant/vve/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
