Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 37,35 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.989,43, pada Senin (6/4/2026) sore. Sementara indeks LQ45 atau kelompok 45 saham unggulan turun 6,82 poin atau 0,95 persen ke posisi 707,76.
Maximilianus Nico Demus pakar saham mengatakan bahwa pelemahan dipicu seiring pelaku pasar bersikap hati-hati dalam mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah.
“Bursa Asia bergerak mixed seiring investor mulai bersikap hati-hati terhadap perkembangan di Timur Tengah,” ujar Nico seperti dilansir Antara.
Dari kelanjutan konflik di kawasan Timur Tengah, AS, Iran, dan sejumlah mediator regional dilaporkan tengah merundingkan syarat untuk potensi gencatan senjata selama 45 hari, yang dapat membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang lebih permanen.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu baru bagi Iran, dan meningkatkan ancaman terhadap pembangkit listrik serta infrastruktur sipil lainnya apabila Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Dari dalam negeri, IHSG melemah karena defisit anggaran Indonesia tercatat sebesar Rp240,1 triliun pada kuartal I-2026, atau setara 0,93 persen dari PDB. Belanja pemerintah melonjak 31,3 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp815 triliun, sementara pendapatan negara meningkat 10,5 persen menjadi Rp574,9 triliun.
Pendapatan pemerintah didukung oleh penerimaan pajak sebesar Rp394,8 triliun, yang naik 20,7 persen. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp67,9 triliun, turun 12,6 persen, sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp112,1 triliun, juga mengalami penurunan sebesar 3 persen.
Total belanja pemerintah terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp610,3 triliun yang meningkat signifikan sebesar 47,7 persen, serta transfer ke daerah sebesar Rp204,8 triliun yang sedikit menurun 1,1 persen.
Di sisi lain, pelaku pasar mencermati kabar bahwa unit sovereign wealth fund Danantara menandatangani kesepakatan pada 1 April 2026, untuk mengakuisisi unit manajemen investasi milik bank-bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI, serta PT Permodalan Nasional Madani dengan nilai Rp2,7 triliun, yang masih menunggu persetujuan.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,25 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 1,29 persen dan 0,57 persen.
Sedangkan tujuh sektor melemah yaitu sektor barang konsumen primer turun paling dalam sebesar 0,98 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 0,96 persen dan 0,89 persen
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu VOKS, ESIP, FORE, IFSH dan POLA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DEFI, ALKA, DATA, RLCO dan SOTS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.660.045 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,21 miliar lembar saham senilai Rp15,24 triliun. Sebanyak 255 saham naik, 412 saham menurun, dan 151 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 262,01 poin atau 0,49 persen ke 53.385,50, indeks Shanghai melemah 39,19 atau 1,00 persen ke 3.880,10, indeks Hang Seng melemah 177,50 poin atau 0,70 persen ke posisi 25.116,53, dan indeks Straits Times menguat 21,44 poin atau 0,43 persen ke posisi 4.968,94.(ant/ily/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
