Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur membentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian LPG 3 kilogram tingkat provinsi untuk memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pembentukan tim tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025 tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Liquified Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 pada Maret 2025.
Gubernur menjelaskan Tim Koordinasi ini memiliki tugas untuk menstabilkan pasokan LPG guna menjaga produktivitas aktivitas masyarakat khususnya rumah tangga, UMKM, petani, hingga nelayan sebagai pengguna utama energi subsidi.
Oleh karena itu pengawasan distribusi terus diperketat untuk memastikan penyaluran tepat sasaran serta mencegah penimbunan maupun permainan harga.
“Karena LPG subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga harus kita jaga bersama agar tidak disalahgunakan,” kata Khofifah, Selasa (7/4/2026).
Tugas dari tim ini meliputi sosialisasi serta koordinasi dengan bupati/walikota dan pihak terkait dalam pendistribusian LPG tabung 3 kilogram.
Selain itu, juga bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan bersama Tim Koordinasi Kabupaten/Kota, baik dalam satu wilayah maupun lintas daerah.
Kemudian tim ini juga wajib melakukan evaluasi dalam pelaksanaan pendistribusian LPG, termasuk monitoring penggunaan LPG 3 kilogram yang disinyalir masih digunakan tidak sesuai peruntukannya. Contohnya seperti Hotel Restoran dan Cafe.
“Tim ini menjadi garda terdepan dalam memastikan distribusi LPG berjalan efektif dan akuntabel,” jelasnya.
Menurut Khofifah, langkah ini dinilai penting untuk memastikan subsidi LPG benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan tepat sasaran.
Sebelumnya, Khofifah menyebut sempat ada laporan masyarakat kesulitan mendapatkan LPG tabung 3 kilogram di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Namun kondisi tersebut dipastikan Khofifah bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan adanya kendala dalam kelancaran distribusi di lapangan yang kini sudah ditangani.
“Beberapa waktu lalu memang sempat ada laporan kesulitan LPG di Banyuwangi. Namun perlu kami tegaskan, itu bukan karena stok tidak tersedia,” tandasnya.(wld/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
