Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa tidak ada pengosongan Balai Pemuda terkait penataan ruang bagi kepengurusan baru Dewan Kesenian Surabaya (DKS).
Langkah ini dilakukan untuk mendukung keberlangsungan organisasi tanpa mengganggu aktivitas para seniman.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menegaskan, kebijakan itu bukan bentuk pengosongan ruang bagi pelaku seni, tapi penyesuaian setelah terpilihnya ketua Dewan Kesenian yang baru.
“Balai Pemuda itu sebenarnya bukan dilakukan pengosongan. Ini juga bukan pengosongan terhadap kesenian maupun para seniman,” tegasnya pada Selasa (7/4/2026).
Kepengurusan baru DKS membutuhkan ruang untuk menjalankan tugas dan program kerja, yang masih dipakai pihak sebelumnya.
Sehingga Pemkot Surabaya minta ruangan diserahkan ke pengurus baru demi kelancaran aktivitas organisasi.
Namun Eri memastikan, kegiatan seni tetap berlangsung seperti biasa di Balai Pemuda.
“Sudah terpilih ketua Dewan Kesenian yang baru, sehingga pengurus baru perlu menempati ruang yang ada. Tetapi keseniannya tetap di Balai Pemuda,” jelasnya.
Penataan ini katanya bagian dari upaya menjaga ekosistem kesenian tetap hidup, sekaligus memastikan tata kelola organisasi berjalan optimal.
“Bukan pengosongan seniman atau kesenian, melainkan penataan ruang bagi pengurus baru Dewan Kesenian. Kegiatan seni tetap berlangsung di Balai Pemuda,” tandasnya. (lta/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
