Bocah inisial MAF (9 tahun) asal Jombang yang sempat dilaporkan mengalami luka bakar serius akibat ledakan petasan saat hari kedua Lebaran pada, Minggu (22/3/2026) lalu, kini kondisinya sudah berangsur membaik.
Devi (39 tahun) ibu korban menceritakan, anaknya yang sempat menjalani perawatan intensif selama kurang lebih tiga minggu dan tiga kali tindakan operasi di RSUD dr. Soetomo Surabaya, kini juga telah diperbolehkan pulang.
“Kesehatannya alhamdulillah membaik. Karena penanganannya itu langsung cepat gitu loh. Pokoknya alhamdulillah dapat penanganan yang tepat di dokter di RSUD Dr. Soetomo,” ujar Devi saat on air di Radio Suara Surabaya, Kamis (9/4/2026).
Dia mengatakan, kondisi putranya menunjukkan progres yang sangat baik, terutama pada area wajah yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. “Jadi anak saya itu kondisinya tadinya memprihatinkan. Sekarang alhamdulillah sudah membaik kondisi wajahnya juga sudah mulai pulih,” ucapnya.
Meski masih menyisakan sedikit bekas luka di area wajah, Devi bersyukur karena secara fisik puteranya mulai kembali seperti sedia kala. Tidak hanya itu, nafsu makan dan kemampuan berkomunikasi MAF disebutnya juga telah normal kembali.
Pada kesempatan itu, Devi juga menceritakan sempat menanyakan kronologi kejadian kepada puteranya setelah kondisinya membaik. MAF kemudian bercerita bahwa insiden itu terjadi saat ia bermain dengan teman-temannya tanpa pengawasan orang dewasa.
“Dia bilangnya sih main-main ya. Terus temannya itu yang nyalain. Nah, pas kayaknya itu ada angin kalau enggak salah itu langsung kena ke dia gitu loh. Jadi intinya waktu kejadian itu itu tidak ada pengawasan orang dewasa. Hanya anak-anak kecil main-main gitu lah. Terus enggak tahu langsung tiba-tiba aja kayak nyambar gitu,” ungkapnya.
BACA JUGA: Bocah 9 Tahun di Jombang Alami Luka Bakar Diduga Akibat Petasan
Sementara terkait pembiayaan perawatan, Devi mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa khawatir lantaran insiden akibat petasan biasanya tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Namun, berkat bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang, seluruh biaya perawatan Fahri selama di RSUD Dr. Soetomo tercover sepenuhnya.
“Saya ngurus di Dinsos, yang di Kabupaten Jombang. Alhamdulillah mendapatkan respon. Jadi saya sama sekali tidak mengeluarkan biaya apapun,” terangnya.
Sebagai informasi, MAF sebelumnya dilaporkan jadi korban petasan ke Suara Surabaya pada, Selasa (24/3/2026) sore lalu. MAF sempat mendapat pertolongan pertama dari kerabatnya sebelum dibawa pulang.
Korban diketahui mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan, serta luka ringan di bagian kaki. Menyadari kondisi anaknya, Devi saat itu segera membawanya ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis.
Selama menjalani perawatan di RSUD Jombang, kondisi korban memerlukan penanganan lebih lanjut. Korban bahkan harus dirujuk ke RSUD Dr Soetomo di Surabaya pada Minggu (22/3/2026), dan mendapat perawatan hingga diperbolehkan pulang hari ini.
Adapun kejadian yang menimpa puteranya itu, menurut Devi harus menjadi pengingat keras bagi warga di lingkungannya. Dia juga menyebut pihak kepolisian setempat telah bergerak melakukan razia petasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Intinya saya habis ini enggak boleh main-main petasan itu karena aduh ngeri kalau sudah kena itu. Kemarin sempat kan setelah kejadian anak saya itu pihak kayak polisi itu langsung gerilya gitu loh. Nyariin barangkali ada masih ada petasan-petasan itu. Anak saya buat contoh biar masyarakat enggak main petasan lagi,” tegas Devi.
Kini Fahri fokus menjalani rawat jalan untuk memulihkan kondisi tangannya agar bisa kembali beraktivitas dengan normal sebagai siswa sekolah dasar. (bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
