Minggu, 12 April 2026

Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim, Apresiasi Surabaya dan Keluhkan Nganjuk

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum (PU) saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kedung Cowek, Surabaya, pada Minggu (12/4/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum (PU) melakukan peninjauan sejumlah sekolah rakyat di Jawa Timur, termasuk di Surabaya yang dilakukan di kawasan Kedung Cowek, pada Minggu (12/4/2026).

Dalam peninjauannya, Dody menyatakan bahwa progres pembangunan sekolah rakyat di Surabaya tercatat bgus, namun di Nganjuk menurutnya belum sesuai harapan.

“Bagus ya (progres di Surabaya). Kan saya minggu lalu sama minggu ini ya, ke Sekolah Rakyat ya. Yang saya lihat ini sudah top,” katanya di Kedung Cowek, Surabaya, pada Minggu (12/4/2206).

Menurutnya, pembangunan gedung sekolah rakyat di Kedung Cowek yang didirikan di atas tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya seluas 6,2 hektare berjalan dengan bagus, yakni mencapai 45 persen, oleh karena itu ia mengaku optimistis pembangunan bisa selesai sesuai target pada Juni 2026 mendatang.

Doddy membandingkan dengan sejumlah proyek pembangunan sekolah rakyat di daerah lain, seperti Sampang dan Jombang yang sedikit tertinggal, yakni progresnya saat ini 30 hampir 40 persen. Namun, ia menyebut pembangunan tersebut masih dalam kondisi bagus karena memiliki lahan yang lebih luas, yakni mengapai 8 hektare.

“Hampir sama lah, ya overall bagus, yang agak tertinggal sedikit itu di Jombang. Tapi masih oke lah,” ucapnya.

Lebih lanjut, terdapat daerah yang menurutnya perlu dorongan lebih, yakni Nganjuk. Ia menegaskan Nganjuk sangat tertinggal karena pembangunan sekolah rakyatnya saat ini masih mencapai 15 persen, sedangkan target tinggal beberapa bulan lagi.

“Nganjuk sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih ini, 15 persenan lah,” tuturnya.

Dody menilai keterlambatan tersebut tidak diiringi langkah percepatan yang memadai. Bahkan, penambahan tenaga kerja dinilai jauh dari kebutuhan untuk mengejar target. Menurutnya, proyek membutuhkan tambahan sekitar 600 hingga 700 pekerja, namun yang terjadi hanya penambahan sekitar 100 orang.

“Harusnya nambah ratusan tenaga, bukan cuma 100 orang, bagaimana bisa mengejar target,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksana proyek, agar pembangunan bisa berjalan lebih optimal.

Dody menegaskan, sekolah rakyat merupakan program prioritas Presiden yang tidak boleh dianggap remeh. Program itu ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan menyediakan pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Ini program prioritas Presiden untuk menghapus kemiskinan ekstrem, jangan main-main,” tegasnya.

Seperti diketahui, target pembangunan sekolah rakyat di Indonesia harus selesai pada 20 Juni, kemudian dilanjutkan penyelesaian akhir hingga 30 Juni, karena murid mulai masuk sekolah rakyat pada 1 Juli mendatang.(ris/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 12 April 2026
29o
Kurs