Dalam Doa Malam untuk Perdamaian Dunia, Paus Leo XIV menyampaikan seruan tegas kepada para pemimpin negara agar menghentikan konflik dan mengedepankan dialog serta mediasi sebagai jalan utama penyelesaian sengketa.
Dalam refleksi yang disampaikan di hadapan umat, Paus menekankan pentingnya meninggalkan logika perang yang hanya melahirkan kehancuran.
“Kepada mereka kita berseru: Hentikan! Sudah waktunya untuk perdamaian! Duduklah di meja dialog dan mediasi, bukan di meja tempat persenjataan ulang direncanakan dan tindakan mematikan diputuskan,” tegasnya dilansir dari laman Vatican News, Minggu (12/4/2026).
Ia menambahkan, Gereja Katolik akan terus konsisten menyuarakan perdamaian, bahkan ketika sikap tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman maupun kritik.
“Gereja akan selalu maju dalam menyerukan perdamaian, bahkan ketika menolak logika perang dapat menyebabkan kesalahpahaman dan penghinaan,” ujarnya.
Menurut Paus, tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian tidak hanya berada di pundak para pemimpin dunia, tetapi juga menjadi kewajiban setiap individu di berbagai lapisan masyarakat.
Ia mengajak seluruh umat manusia untuk menolak kekerasan, tidak hanya dalam pernyataan, tetapi juga dalam tindakan nyata sehari-hari.
“Doa mengajak kita untuk meninggalkan segala kekerasan yang masih tersisa di hati dan pikiran kita,” katanya.
Lebih lanjut, Paus Leo XIV menekankan pentingnya membangun “kerajaan damai” secara bertahap, dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga, sekolah, hingga komunitas sosial dan keagamaan.
Menurutnya, budaya perdamaian harus dibangun melalui persahabatan, dialog, serta semangat perjumpaan yang mampu melampaui perbedaan.
“Mari kita kembali percaya pada cinta, moderasi, dan politik yang baik. Setiap orang memiliki tempat dalam mozaik perdamaian,” ujarnya. (saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
