Rabu, 15 April 2026

China Tegas Bantah Tuduhan Pasok Senjata ke Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Guo Jiakun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China berbicara dalam konferensi pers pada Selasa (14/4/2026). Foto: Kemlu China

Pemerintah China menegaskan kembali bahwa negara tersebut tidak menyuplai senjata untuk digunakan dalam konflik di Iran.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas ancaman Amerika Serikat yang menyebut akan menjatuhkan tarif tambahan terhadap produk asal China jika dugaan tersebut terbukti benar.

Isu ini mencuat setelah Donald Trump Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa Washington siap mengenakan tarif tambahan hingga 50 persen terhadap China apabila terbukti ada pasokan persenjataan ke Iran.

Pernyataan tersebut memicu ketegangan baru di tengah hubungan dagang dan geopolitik kedua negara yang selama ini sudah dinamis. Namun, Beijing dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Guo Jiakun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa China selalu menerapkan kebijakan ekspor militer secara ketat sesuai hukum nasional dan kewajiban internasional yang berlaku.

Ia menyebut laporan yang beredar di sejumlah media tidak memiliki dasar yang jelas.

“China selalu bertindak dengan bijaksana dan bertanggung jawab dalam ekspor produk militer, dan menerapkan kontrol ketat sesuai dengan hukum dan peraturan China tentang pengendalian ekspor dan kewajiban internasional yang berlaku,” ujar Guo Jiakun dalam konferensi pers pada Selasa (14/4/2026) waktu setempat.

Ia menambahkan bahwa tuduhan yang berkembang di media merupakan klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi memperkeruh situasi hubungan internasional.

Sementara itu, JD Vance Wakil Presiden AS mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa sekarang terserah Iran untuk mengambil langkah selanjutnya menuju dimulainya kembali pembicaraan gencatan senjata.

Menurut Guo Jiakun, gencatan senjata yang saat ini berlangsung masih sangat rapuh, sementara situasi regional berada dalam fase kritis yang membutuhkan kehati-hatian semua pihak.

“Prioritas utama adalah mencegah dengan segala cara terjadinya kembali pertempuran dan mempertahankan momentum gencatan senjata yang tidak mudah dicapai. Pihak-pihak terkait harus mematuhi gencatan senjata sementara dan tetap berupaya menyelesaikan perselisihan melalui cara politik dan diplomatik,” katanya.

“China akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk perdamaian, membawa pihak-pihak terkait ke meja perundingan, dan berupaya untuk segera mengembalikan perdamaian dan stabilitas ke Timur Tengah,” terang Guo Jiakun. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 15 April 2026
33o
Kurs