Rabu, 15 April 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.123 per Dolar AS, Dipicu Harapan Negosiasi Iran-AS

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Kurs rupiah naik. Foto: suarasurabaya.net

Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu (15/4/2026) pagi, seiring sentimen positif dari perkembangan geopolitik global dan faktor domestik.

Rupiah tercatat naik 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.123 per dolar Amerika Serikat, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.127 per dolar AS.

Rully Nova analis Bank Woori Saudara menilai penguatan rupiah didorong oleh harapan pasar terhadap peluang negosiasi lanjutan antara Iran dan United States.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp17.070–Rp17.120 dipengaruhi oleh harapan ruang negosiasi kedua antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak turun dan indeks dolar melemah,” ujarnya.

Optimisme tersebut turut dipengaruhi laporan yang menyebutkan JD Vance Wakil Presiden AS berpotensi kembali memimpin delegasi dalam putaran kedua perundingan dengan Iran.

Donald Trump Presiden AS juga menyatakan bahwa pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran dapat berlangsung dalam waktu dekat di Pakistan.

Sebelumnya, perundingan awal telah digelar di Islamabad pada akhir pekan lalu untuk membahas upaya penghentian konflik antara AS, Israel, dan Iran. Namun, hingga kini belum tercapai kesepakatan final, dan proses diplomasi masih terus berlanjut.

“Negosiasi kedua belum tentu menjamin titik kesepakatan, namun harapan harga minyak turun masih akan tetap terjaga,” kata Rully dilansir dari Antara.

Dari sisi domestik, sentimen positif juga datang dari pasar obligasi pemerintah. Permintaan dalam lelang obligasi terbaru tercatat meningkat signifikan, yang berpotensi menekan imbal hasil (yield) dan mendukung pembiayaan utang negara.

“Permintaan obligasi pemerintah pada lelang kemarin naik 34 persen, terutama dari tenor menengah yang mencapai Rp42 triliun dan mendorong yield turun 20 hingga 30 basis poin. Namun, beban pembayaran bunga utang masih tinggi terhadap APBN,” jelasnya. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 15 April 2026
33o
Kurs