Minggu, 19 April 2026

Harga LPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung, Jenis 5,5 Kg Jadi Rp107.000

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Selain LPG 3 kg, Pertamina juga tetap menyediakan alternatif pilihan LPG lain yang bisa dimanfaatkan masyarakat, yakni Bright Gas 5,5 kg. Foto: Pertamina

Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg naik dari yang awalnya Rp192.000 per tabung, kini menjadi Rp228.000 per tabung atau naik 18,75 persen.

Pertamina Patra Niaga pada, Minggu (19/4/2026), mencatat harga tersebut berlaku di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan untuk LPG nonsubsidi jenis 5,5 kg juga mengalami lonjakan harga dari Rp90.000 per tabung menjadi Rp107.000 per tabung atau naik sebesar 18,89 persen di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Untuk harga LPG nonsubsidi jenis 12 kg dan 5,5 kg di provinsi lain, penyesuaian harga dilakukan berdasarkan biaya distribusi menuju wilayah masing-masing.

Melansir Antara, penyesuaian harga ini pertama kali dilakukan sejak November 2023. Saat itu Pertamina menurunkan harga LPG 12 kg menjadi Rp192.000 per tabung, turun Rp12.000 dari harga awal Rp204.000 per tabung.

Irto Ginting yang saat itu menjabat sebagai Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga mengungkapkan penyesuaian tersebut dilakukan setelah evaluasi pada tren contract price aramco (CPA) pada periode November 2023. Pada saat itu, harga satuan rupiah per kilogram (Rp/kg) turun akibat melemahnya nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

Sebelumnya, Eddy Soeparno Wakil Ketua MPR mengungkapkan bahwa harga LPG dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang semakin melonjak.

Pada Maret 2026, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) mencatat kenaikan sebesar 33,47 dolar AS per barel menjadi 102,26 dolar AS per barel dari harga bulan sebelumnya.

Laode Sulaeman Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan lonjakan ICP diperngaruhi oleh dinamika konflik internasional yang bereskalasi selama Maret 2026.

Kenaikan harga minyak mentah global juga merupakan imbas dari konflik di timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, sehingga berdampak pada pasokan energi dunia. Salah satu faktor utamanya adalah blokade de facto Selat Hormuz yang menjadi jalur perairan penting di dunia. (ant/vve/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 19 April 2026
29o
Kurs