Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dikabarkan mengerahkan robot untuk mendeteksi dan membersihkan ranjau laut di Selat Hormuz. Angkatan laut AS juga menggunakan kombinasi sistem berawak dan tanpa awak.
Seorang pejabat AS yang tak disebutkan namanya mengatakan, ada sekitar 12 buah ranjau bawah laut yang diduga telah sebar oleh Iran di seluruh Selat Hormuz pada akhir Maret lalu.
Pejabat itu menuduh Iran menanam ranjau laut Maham 3 dan Maham 7 buatan Iran, yang menggunakan sensor magnetik dan akustik untuk mendeteksi kapal-kapal di dekatnya tanpa kontak.
“Militer AS kemudian menggunakan drone udara dan laut yang dilengkapi dengan sonar untuk mendeteksi ranjau yang mungkin berada di dasar selat,” kata pejabat itu seperti dikutip Antara, Senin (20/4/2026).
BACA JUGA: Sejumlah Kapal Uji Coba Keluar Selat Hormuz di Tengah Kekhawatiran Ancaman Ranjau Laut
Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran hingga menyebabkan kerusakan dan ribuan korban jiwa, termasuk Ali Khamenei pemimpin tertinggi saat itu.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan dilanjutkan dengan negosiasi di Islamabad pada 11 April yang berakhir tanpa hasil.
Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memblokade pelabuhan Iran. Para mediator pun berupaya untuk berupaya menggelar putaran pembicaraan baru antara AS dan Iran.(ant/ily/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
