Senin, 20 April 2026

Mentan: Cadangan Beras Nasional 4,9 Juta Ton Siap Hadapi Kemarau Panjang

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Andi Amran Menteri Pertanian saat meninjau ke Gudang Bulog Banjar Kemantren, Sidoarjo, Minggu (19/4/2026). Foto: Istimewa

Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) RI mengklaim stok beras 4,9 juta ton di nasional cukup untuk menghadapi potensi kemarau panjang yang melanda tanah air hingga Agustus 2026.

Selain untuk menghadapi kemarau panjang, Amran menyebut stok beras juga menjadi cadangan pangan akibat krisis energi dampak perang di Timur Tengah yang belum mereda. Hal itu disampaikan Mentan saat berkunjung ke Gudang Bulog Banjar Kemantren, Sidoarjo, Minggu (19/4/2026).

“El Nino diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan. Namun, hari ini stok beras kita per hari ini telah mencapai 4,9 juta ton dan tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Amran dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Amran menargetkan stok beras nasional akan bertambah menjadi lima juta ton pada pekan depan, seiring dengan lahan sawah yang mulai memasuki masa panen dalam satu pekan ke depan.

Pria yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu mengklaim, stok lima juta ton cadangan beras nasional merupakan yang tertinggi dalam sejarah selama Indonesia merdeka.

“InsyaAllah, paling lambat Kamis atau Jumat minggu depan sudah mencapai lima juta ton, dan tertinggi selama Republik ini merdeka,” tuturnya.

Selain itu, Amran juga menyebut masih terdapat potensi tanaman padi siap panen atau standing crop sekitar 11 juta ton. Dia memproyeksikan produksi beras nasional mencapai 28 juta ton.

“Stok yang kita miliki semua ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan. Kalau kemarau-nya enam bulan, artinya (stok pangan nasional) lebih dari cukup kan?,” bebernya.

Meski stok pangan nasional dipastikan aman, Dia menegaskan Kementan telah menyiapkan berbagai langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi dampak kemarau panjang terhadap para petani.

Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah menjaga supaya irigasi lahan-lahan pertanian tetap berjalan optimal selama kemarau panjang.

Menurutnya, pemerintah beserta petani telah berhasil melewati fenomena El Nino pada 2015 serta pada 2023–2024. Hal tersebut menjadi optimisme untuk menghadapi ancaman serupa pada tahun ini.

“Kita sudah pengalaman dua kali El Nino ketemu, 2015 dan 2023-2024. Nah, kita ada pompanisasi, ada irigasi yang kita sudah siapkan lebih awal. Jadi, InsyaAllah aman,” tandasnya.(wld/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
32o
Kurs