Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah laporan media Iran menyebutkan adanya serangan drone yang diluncurkan pasukan Iran terhadap sejumlah kapal Amerika di kawasan Teluk Oman.
Aksi tersebut disebut sebagai balasan atas tindakan militer Amerika Serikat yang mencegat dan menahan sebuah kapal kargo berbendera Iran.
Tasnim News Agency melaporkan bahwa serangan drone dilakukan setelah pasukan Amerika Serikat menaiki kapal kontainer bernama Touska di perairan Teluk Oman. Namun, laporan tersebut tidak merinci apakah kapal yang menjadi sasaran drone merupakan kapal militer atau sipil.
Dalam laporan terpisah, Iran sebelumnya menyatakan bahwa tindakan Amerika Serikat merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan. Teheran juga menegaskan akan memberikan respons atas insiden tersebut.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat diketahui menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan dan mulai berlaku sejak diumumkan pada 7 April.
Sementara itu, kantor berita Fars News Agency mengutip pernyataan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya yang menyebut pasukan Amerika Serikat terlebih dahulu menargetkan kapal Iran, menonaktifkan sistem navigasinya, dan melakukan penyerbuan setelah melepaskan tembakan. Informasi tersebut disampaikan melalui Ebrahim Zolfaghari, sang juru bicara militer Iran.
Dilansir dari Antara pada Senin (20/4/2026), data pelacakan pelayaran menunjukkan kapal Touska berangkat dari Port Klang, Malaysia, pada 12 April sebelum insiden terjadi di kawasan Teluk Oman.
Insiden tersebut pertama kali disampaikan oleh Donald Trump Presiden Amerika Serikat dan kemudian dikonfirmasi oleh Komando Pusat Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM).
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut kapal perusak USS Spruance telah mencegat kapal kargo berbendera Iran yang diduga mencoba menerobos blokade angkatan laut Amerika Serikat di kawasan tersebut.
CENTCOM juga menyatakan bahwa kapal tersebut kini dalam penahanan dan diarahkan menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran. Lembaga itu turut merilis rekaman video yang memperlihatkan peringatan kepada kapal sebelum tindakan pencegatan dilakukan.
Ebrahim Zolfaghari juru bicara militer Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata melalui tindakan yang disebut sebagai “pembajakan maritim”.
“Amerika Serikat yang agresif, melanggar gencatan senjata dengan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah menonaktifkan sistem navigasinya,” kata Zolfaghari.
Ia juga menambahkan bahwa pasukan Amerika Serikat menaiki kapal tersebut dengan mengerahkan personel militer.
“Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini,” ujarnya. (ant/mar/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
